Powered by Blogger.
Home » , » Sinopsis Flower Boy Ramyun Shop Episode 15

Sinopsis Flower Boy Ramyun Shop Episode 15


Eun Bi berpakaian seperti seorang putri berlari ke sebuah istana. Ia dikejar oleh para prajurit. Di atas istana, Chi Soo yang berpakaian pangeran memanggilnya dan menyuruhnya berlari ke arahnya yang sedang berada di atas tangga yang tinggi. Eun Bi tersandung gaunnya yang panjang dan jatuh. Ia meminta bantuan Chi Soo.

Pangeran Chi Soo mengangkat tangannya ke arah Eun Bi, tapi hanya untuk menggoyang-goyangkan jarinya dan berkata kalau ia tidak bisa. Bajunya bisa kusut. Eun Bi pun diseret pergi oleh para prjurit dengan lagu latar yang sangat sedih.
Eun Bi terbangun, ia tidak menemukan Chi Soo dan Kang Hyuk.  Chi Soo bertanya pada Kang Hyuk proposal apa itu. Scene berganti, Eun Bi berlari disekitar tokonya, ia mencari Chi Soo tapi tidak menemukannya. Ketika kembali ke rumah, ia bertemu dengan Ba Wool dan Hyun Woo. Ia bertanya pada mereka apa mereka tahu dimana Chi Soo?

Chi Soo dan Kang Hyuk sedang duduk di sebuah kafe. Mereka sedang membicarakan proposal bisnis yang ditemukan Chi Soo yang digunakan ayahnya untuk mengancam toko ramen. Intinya, Chi Soo harus berpisah dengan Eun Bi atau toko itu akan dihancurkan.
Chi Soo berkata kalau ia akan mengurusnya. Ia merasa bisa menahan permainan ayahnya. Ia bahkan mencemooh Kang Hyuk karena mengkhawatirkan  “hal kecil seperti ini.”

Eun Bi masih gemetar karena mimpinya  dan meminum obat penenang. Ia kemudian ditelp untuk bertemu dengan ayah Cha lagi. Ayah menawarkan akan memberinya posisi guru tetap disekolah asalkan ia mau meninggalkan Chi Soo, “Jika kau punya pekerjaan yang stabil, maka kau bisa mengurus dirimu sendiri dan kau tidak perlu pergi ke toko ramen dan bertemu Chi Soo lagi.”
Eun Bi menceritakan mimpinya pada ayah Chi Soo dan memberitahunya kalau Chi Soo tidak membantunya dan ketika ia bangun, Chi Soo sudah pergi. Ia mencarinya sepanjang pagi, tapi tidak menemukannya. Anehnya, “Tanpa ada Chi Soo disampingku, aku merasa takut, kalau-kalau aku tidak akan melihatnya lagi.”
Ayah Cha menduga kalau ia mungkin mulai tertarik pada Chi Soo tapi Eun Bi merasa bukan itu yang dirasakannya, “Setelah menggenggam apa yang seharusnya aku relakan, aku belajar satu hal: Aku tidak bisa memaksa Chi Soo pergi lagi. Aku ingin bersama Chi Soo. Aku ingin berkencan dengannya.”

Eun Bi keluar dari gedung Cha Sung dan merasa bebas….tepat saat Chi Soo masuk untuk menemui ayahnya. Sayangnya mereka tidak melihat satu sama lain.

Eun Bi segera kembali ke toko ramen dan mendekati Kang Hyuk. Ia sudah membuat keputusan. Kang Hyuk bisa merasakannya dan tetap membicarakan topik yang biasa-biasa saja. Tapi Eun Bi memegang tangannya dan memberitahunya kalau ia melihatnya sebagai seorang pria dan Kang Hyuk sudah membuat hatinya berdebar. Ia tidak ingin melepaskannya atau tangannya ayng hangat, karena ia tahu kalau Kang Hyuk adalah pria yang baik.
Eun Bi: “Tapi Chi Soo seperti magma.” Panas dan tidak terduga. Tidak peduli berapa keras ia mencoba, ia menyebut dirinya yang eunnembi (panci besi) milik Chi Soo, “Walaupun kau mencoba mendinginkannya, panci itu akan mulai mendidih lagi.”
Kang Hyuk bertanya apa yang akan ia lakukan bila panas itu adalah api unggun yang dapat membakarnya. Eun Bi menjawab kalau ia masih tetap ingin mencobanya.

Chi Soo mengkonfrontasi ayahnya dengan sikap yang santai, siap untuk memancing ayahnya mengakhiri masalah ini. Ia berkata kalau ia hanya ingin berkencan dengan Eun Bi sebentar, tapi perkataannya dipotong oleh ayahnya yang dengan marah melempar sebuah cangkir dan menjadi tegas. Ayah Cha berkata kalau Chi Soo tidak boleh memanggilnya Presiden . Ia membiarkannya memanggilnya seperti itu bukan karena ingin ia menjadi kasar, tetapi supaya ia ingat kalau ia pewaris Cha Sung. Semenjak ia bekerja di toko ramen, pikirannya telah menjadi gila. Ia sudah mengkhianati nama Cha yang ada didepan namanya. Ia berkata kalau Chi Soo harus mempersiapkan diri untuk melihat akibat dari perbuatannya.

Sekretaris ayah memberikan sesuatu ketangan Chi Soo saat dia pergi, memintanya untuk pulang ke rumah. Ternyata ia memberikan dua koin untuk naik kereta bawah tanah. Tapi lucunya, Chi Soo tidak tahu bagaimana menggunakan uang itu dan untuk apa. Ia melihat setiap orang melewati pintu masuk stasiun dan dengan ragu-ragu mengangkat tangannya ke arah sensor dengan memegang koin itu tapi tidak bisa masuk ke dalam.

Di rumah Eun Bi, semua mulai membongkar hiasan untuk mendekorasi pohon natal. Tiba-tiba. Kang Hyuk mendapat telpon dan segera pergi dengan membuat alasan yang buruk. Ternyata Chi Soo telah ditahan di stasiun karena memanggil satpam dan marah ketika ia tidak bisa melewati pintu masuk. Ia berteriak, “Kenapa aku satu-satunya orang yang tidak bisa masuk?!”Ia pun berteriak ke arah kamera pengaman, “Aku Chwa!”

Di dalam bus, Chi Soo bertanya pada Kang Hyuk untuk menjelaskan apa arti proyek pembangunan kembali yang dilakukan oleh ayahnya. Kang Hyuk bertanya apa ia ingin mendengar jawaban untuk anak- anak atau orang dewasa. Chi Soo memilih jawaban untuk anak-anak karena sebenarnya ia sudah tahu jawabannya dan ingin sedikit optimisme karena ia sadar kalau ia belum siap untuk menghadapinya.
Kang Hyuk memberitahunya kalau pembangunan kembali itu berarti mereka akan membangun gedung baru dan jalan di daerah yang sudah dibersihkan. Tapi Chi Soo kemudian bertanya tentang versi dewasanya. Kang Hyuk pun menjawab,  kalau itu berarti upaya pembersihan suatu daerah, dengan menghancurkan daerah tersebut sampai tidak ada sisanya.
Kang Hyuk menasehati Chi Soo untuk tidak memberitahu Eun Bi tentang rencana pembangunan kembali itu, karena Eun Bi mungkin akan memutuskan hubungan mereka. Chi Soo bertanya-tanya apa Kang Hyuk sebenarnya mengkhawatirkannya dan Kang Hyuk berbohong dengan canggung, “K-kenapa aku harus mengkhawatirkanmu? Aku mengkhawatirkan istriku.”

Di rumah, Eun Bi  berlatih wajah manisnya. Ia bersiap bagaimana cara memberitahu Chi Soo tentang keputusannya. Ia bahkan meniru gerakan  “puing-puing” di High Kick. Tapi wajah manis bukan keahliannya. Ia berpikir kalau perubahannya yang tiba-tiba membuatnya terlihat aneh dan mencurigakan. Ia pun mencari saran di internet.
Jawaban pertama yang ia peroleh, “Salah satu lagu IU pasti membuat rencanamu berhasil!” Tapi tentu saja kau harus bisa bernyanyi. Eun Bi mencobanya dan terlihat buruk.

Chi Soo datang dan membuatnya kaget. Eun Bi bertanya ia pergi kemana saja dan Chi Soo berbohong kalau ia pergi membeli telur. Tepat saat ia meminta sedikit waktu dengannya nanti, mereka diganggu oleh kedatangan Ba Wool dan Hyun Woo. Ba Wool masuk dan mengambil napas dalam-dalam kemudian menembakkan kata-kata ke arah Chi Soo, “Kanu menghilang tanpa uang atau mobil dan pulang terlambat.” Lucunya, kata-kata Ba Wool tersebut menabrak kepala Chi Soo.
Lebih lucunya, Hyun Woo memukul kata-kata itu seperti bola ping pong.

Mereka turun ke bawah untuk menghias pohon, mereka telah menunggu Chi Soo dan menambahkan hiasan yang diatasnya digambar wajah masing-masing.
Ba Wool mengeluh kalau mereka telah kehilangan Chi Soo dan menggambar sebuah ornamen untuknya juga. Ia menggambar wajah bahagia dengan rambut miring dan diberi nama Chwa.

Kang Hyuk melihat Eun Bi mendekati Chi Soo dengan sedikit canggung dan meminta untuk berbicara nanti. Kang Hyuk tahu apa yang akan dikatakan Eun Bi nanti. Jadi beberapa saat kemudian tercium bau aneh di udara. Kang Hyuk berpura-pura polos saat ia mengangkat kaos kakinya, sambil berkata kalau sebuah pohan natal harus  dihiasi dengan kaos kaki.
Hyun Woo bercerita ketika ia masih kecil, ia mendapatkan hadiah mobil yang bisa dikendarainya berkeliling rumah. Ba Wool bercerita kalau hari natal, ia elalu sibuk menyanyi di paduan suara sehingga tidak bisa bertemu So Yi. Eun Bi berkata kalau ia tidak pernah menghias pohon natal lagi setelah ibunya meninggal.
Mereka berkumpul didekat pohon natal dan merasakan kebersamaan yang tidak mereka sangka mereka  dapatkan tahun ini. Chi Soo berkomentar tentang reaksi mereka, tapi Hyun Woo berkata kalau ia sangat bahagia. Kalau bukan karena toko ramen ini, maka ia akan dikejar-kejar oleh lintah darat dan mungkin harus mendonorkan organnya untuk membayar hutang. Chi Soo menjatuhkan hiasan yang dipegangnya.

Kemudian Ba Wool menambahkan kalau ia mungkin harus tidur di stasiunn bawah tanah, diseret dengan paksa dan harus bergabung dengan sirkus. Kemudian di TV terdengar reporter yang sedang memberitakan proyek pembangunan kembali Cha Sung, memperlihatkan gedung yang baru saja dihancurkan. Eun Bi merasa bersimpati pada orang-orang yang kehilangan tempat tinggal karenanya. Chi Soo tanpa sengaja kehilangan pegangan pada pohon dan hampir menyebabkan pohon itu jatuh. Untungnya Kang Hyuk bisa menahannya. Kata-kata itu tak hilang dari pikirannya ketika Ba Wool berkata, “Kau bisa merusaknya!” Hyun Woo menambahkan, “Jika bukan karena Boss, mungkin kita dalam masalah.”
Eun Bi pergi keluar mencari Chi Soo, tapi ia sedang sibuk menulis daftar tentang hal-hal yang telah hilang, kartu kredit, ponsel dan Woo Hyun Woo. Ia teringat percakapan mereka tadi dan menambahkan, Kim Ba Wool dan Bawang.
Ternyata ia menulis daftar tersebut di kamar mandi dan ketika ia keluar, ternyata Ba Wool dan Hyun Woo panik karena ingin ke kamar mandi. Tadinya mereka mengira kalau yang ada didalam kamar mandi adalah Eun Bi.
Chi Soo tetap diam ketika ia berusaha menyelesaikan masalah mereka, sayangnya ia menemui jalan buntu. Pengacaranya  tidak bisa melawan Cha Sung dan mendesaknya pulang ke rumah, “Pangeran yang ada di luar istana malah menyakiti orang lain.”

Chi Soo tidak punya uang untuk pulang, jadi ia menelpon So Yi. Ia tidak bisa meminjam uang dari anak-anak yang lain dan ia takut kalau Eun Bi tahu kalau sekarang ia tidak punya apa-apa. Chi Soo bertanya pada So Yi kenapa ia  mengencaninya dan So Yi mengaku kalau ia menyukai mobilnya yang bagus, baju yang keren serta hadiah-hadiah yang mahal. Chi Soo bertanya lagi apa ia akan mengencaninya jika ia hanya seorang siswa SMA biasa. So Yi tertawa, “Kenapa aku harus melakukannya? Aku hanya perlu mengencani Ba Wool saja.”
So Yi bertanya-tanya apa Chi Soo takut kalau Eun Bi tidak menyukainya  tanpa hal-hal tersebut. Chi Soo menjawab, “Aku takut kalau ia malah semakin menyukaiku.”
Eun Bi melihatnya di kafe dan melihat So Yi pergi. Eun Bi menyuruh Chi Soo untuk menemuinya di gedung olahraga nanti.
 Di gedung olahraga Eun Bi menyemangati dirinya. Ia akan melakukannya sesuai dengan gayanya dan berjanji membuat hidung Chi Soo mimisan.

Tapi di toko ramen, Chi Soo merenung di atap. Ia merasa sedih karena  harus meninggalkan Eun Bi. Tiba-tiba ada beberapa orang yang berpakaian hitam yang datang. Mereka menunggu keputusan Chi Soo. Apakah ia akan pergi bersama mereka atau mereka mulai penghancuran. Hyun Woo langsung bersembunyi dibelakang Ba Wool, sedangkan Kang Hyuk menyapa mereka dan mengundang mereka masuk untuk makan ramen. Chi Soo memberitahu mereka kalau ia akan kembali dan pergi menemui Eun Bi.
Eun Bi memperlihatkan smashnya sedangkan Chi Soo memikirkan semua alasan kenapa ia tidak bisa bersama Eun Bi, seperti karena ia Hwanung, jadi ia tidak bisa berkencan dengan orang biasa, bagaimana Kang Hyuk khawatir kalau Eun Bi akan bernasib seperti ibu mereka dan ancaman ayah yang akan meratakan toko.

Eun Bi menghentikan smashnya untuk memberitahu Chi Soo kalau ia telah berlatih voli selama 5 tahun, Ia sudah berkali-kali terluka dan memar-memar. Tapi ia tidak bisa menghentikannya, “Ketika aku memegang bola, hatiku berdebar.Jadi aku akan memegangmu sekarang.”Ia menduga kalau mereka membutuhkan waktu 5 tahun untuk menyamakan ritme mereka dan semuanya mungkin akan terasa berat. Tapi ia akan tetap memegang tangannya. Ia memegang tangan Chi Soo, “Bagaimana aku bisa melepaskan orang yang bisa menghangatkanku walaupun hanya dengan berpegangan tangan?”
Tapi Chi Soo menarik diri, ia berkata kalau ia datang untuk putus dengannya.

Eun Bi mengejarnya dan kejadian yang dulu terulang tapi dengan situasi yang terbalik. Chi Soo menunjukkan semua kesulitan yang baru saja disebutkannya dan mengingatkannya kalau ia pernah menyuruhnya untuk memikirkan semua yang harus dikorbankannya. Ia telah membuat daftar banyak hal yang harus dilepasnya dan satu hal yang bisa didapatkannya dan Eun Bi adalah satu-satunya hal yang bisa didapatkannya, “Untuk mendapatkanmu aku harus menghabiskan hidupku dengan naik kereta bawah tanah serta bis. Aku tidak tahu apakah aku bisa melakukannya.”
Semua terlalu mendadak dan Eun Bi tidak mengerti. Ia meletakkan tangannya di dada Chi Soo, “Kau masih terbakar panas disini.”

Chi Soo melepaskan tangan Eun Bi dan berkata dengan suara yang keras kalau ia tidak menyukainya lagi. Ia meletakkan tangannya didadanya, “di sini tidak terjadi apa-apa dan dimasa depan juga tidak ada juga. Jadi sadarlah dan kembali ke tempatmu.”
Saat ia pergi, Ia memberikan sesuatu pada Eun Bi, Tanda pengenal yang pernah diberikannya pada Chi Soo.

Chi Soo berkata kepada bawahan ayahnya kalau ia menyerah dan pergi menuju mobil mereka. Kang Hyuk menghentikannya dan berkata kalau ada penyelesaian yang lain dan menambahkan, “Kau tidak sendirian. Ada kita berlima.”
Chi Soo menolak niat baiknya untuk membantu dan berkata kalau ia pergi karena ia akan berubah menjadi poop jika ia tinggal. Kang Hyuk bertanya apa yang akan ia lakukan pada poopnya yang lain (Eun Bi). Chi Soo menyuruhnya untuk mengurusnya.
Mereka saling berteriak, Kang Hyuk bertanya apa Chi Soo tidak memikirkan toko, sedangkan Chi Soo balik bertanya apa Kang Hyuk tidak memikirkan dirinya. Kemudian Chi Soo berkata jika ia tidak ingin mengubah Eun Bi menjadi seperti ibunya,  bersedih dan menangis setiap hari, sebaiknya ia membiarkannya pergi.
Eun Bi minum-minum bersama Dong Joo dan meyakinkannya kalau tidak ada yang terjadi. Chi Soo pulang ke rumah dan membenarkan kalau tidak ada yang terjadi dengannya atau dengan kata lain, ia tidak merasakan apa-apa.

Eun Bi mabuk dan terjatuh ketika pulang. Ia bertemu dengan Kang Hyuk yang disebutnya suami pilar. Ia berkata kalau ia pantas ditinggalkan Chi Soo karena ia sudah meninggalkan suami pilarnya dan memberitahunya tentang mimpinya. Ia tertawa, bertanya-tanya kenapa mimpinya sangat akurat, “Hari ini, aku meletakkan tanganku seperti ini pada Chi Soo, tapi ia mendorongnya pergi.”

Eun Bi jatuh ke tanah, mulai menangis dan meremas hatinya, “Aku merasa hatiku robek.”

Chi Soo juga sedang menyentuh dadanya dan merasa patah hati. Eun Bi menangis dan berkata kalau hatinya masih mendidih, “Tapi dia berkata kalau ia tidak merasakan apa-apa.” Sedangkan Chi Soo sedang berusaha menenangkan hatinya yang  terluka. Ia berkata pada dirinya terus menerus, “Tidak ada yang terjadi.”


0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

BUKU INFORMASI MENARIK