Powered by Blogger.
Home » » Sinopsis God's Gift - 14 Days Episode 1 Part 1

Sinopsis God's Gift - 14 Days Episode 1 Part 1



   Title: 신의 선물 - 14일 / Shineui Sunmool - 14 Il
    Genre: Melodrama, time travel, fantasy, suspense, thriller, action, mystery, crime
    Episodes: 16
    Broadcast network: SBS
    Broadcast period: 2014-Mar-03 to 2014-???-??
    Air time: Monday & Tuesday 22:00
 Main Cast

    Lee Bo Young as Kim Soo Hyun (early 30s, screenwriter)
    Jo Seung Woo as Ki Dong Chan (late 20s, private investigator)
    Kim Tae Woo as Han Ji Hoon (late 30s, human rights lawyer/Soo Hyun's husband)
    Jung Gyeo Woon as Hyun Woo Jin (early 30s, detective/Soo Hyun's first love)
    Kim Yoo Bin as Han Saet Byul (9, Soo Hyun's daughter)
Cerita iini diawali dengan seorang wanita ( ibu) yang sedang membacakan Dongeng pada Anaknya
" Saat Ibunya sedang tidur, Grim Reaper mengambil anaknya. si ibu mencarinya di kegelapan malam. lalu Dewi Malam bertanya pada nya,
 "Apakah kamu mau menemukan anakmu?  Kalau begitu berikan rambut indahmu.  Lalu aku akan beritahu kamu ke mana perginya 'Kematian ".


tanpa Ragu si ibu memberikan Rambut indahnya pada dewi malam. tapi dia belum juga menemui putrinya, karna semak beduri menghalangi jalan si ibu.
"Apakah kamu mau menemukan anakmu? tanya si semak berduri,  Kalau begitu peluk aku erat erat dengan tubuh hangatmu. Lalu aku akan beritahu kamu ke mana perginya " Kematian ' tanya si Semak berduri.
Si Ibu pun memeluk semak berduru itu, akhirnya si ibu melihat " kematian" sedang membawa putrinya berjalan, namun si ibu tetap tak bisa mengambilnya karna danau menghalanginya untuk mendapatkan sang anak.
si danau kembali bertanya kepada si ibu "Apakah kamu mau menemukan anakmu?  kalau begitu Berikan padaku matamu yang murni dan mendalam.
Lalu aku akan membiarkan kamu menyeberangi danau ini. Jadi si Ibu, tanpa ragu-ragu,  menarik keluar kedua matanya dan melemparkannya ke danau.
seorang anak kecil bertanya "Jadi ? Apakah dia menemukan anaknya?" apa dia masih hidup"?
Episode 1, seorang ahujussi memancing di danau, tapi dia tidak mendapatkan ikan pada saat itu, melainkan sepatu seorang gadis, lalu tiba2 muncul sesosok dari dalam danau, yah, itu adalah mayat perempuan. berita itu langsung sampai ke TV.

Reporter itu memberitakan ada penemuan mayat nak anak  di sungai, hal itu dikaitkan dengan kasus penculikan dan pembunuhan pada anak yang meresakan warga baru baru ini. anak itu di perkirakan meninggal pada saat dia diculik, dan hal ini membuat citra kepolisian dan pemerintah tidak di percaya karena terlalu lambat dalam menangani kasus ini.
Soo hyun dan keluarganya sedang siap siap untuk bekerja, mereka melihat tayangan di TV tentang kasus pembunuhan itu. suaminya tanya bukan kah itu kasus  penculikan minggu lagu, soo hyun jawab sepeetinya  ia " sayang tangkap dia" " kenapa aku? aku kan bukan detektif, polisilah yang harus menangkap mereka jawab soo hyun.

Suami soo hyun yang seorang pengacara HAM, dia akan menghadiri acara debat hari itu yang berbenturan dengan siaran soo hyun sehingga dia tidak bisa menghadirinya. " sayang apakah kamu yakin kalau kamu akan menang dalam debat hari ini? tidak ada yang menang dan kalah aku hanya mengungkapkan pendapat ku,jawab Ji hoon ( suami soo hyun).
Soo hyun memperingatkan saet byul agar tidak terlalu percaya sama orang melihat kejadian belakangan ini, karna saet byul sangat mudah mempercayai orang lain. apa lagi sama pria, bagaimana pun dia jangan percayai, pinta soo hyun. " termasuk sama ayah? canda saet byul yang membuat mereka tertawa." hey kau tak tau betapa mengerikan dunia ini"
Soo hyun mengantar saet byul kesekolah dan menasehatinya supaya ramah dan mendengarkan gurunya." Jika kamu menyebabkan masalah seperti terakhir kali ketika kamu membiarkan kelinci keluar dari kandang mereka Mommy akan benar-benar marah, oke? " aku.. aku hanya merasa kasihan pada kelinci itu jawab saet byul polos"

Soo hyun kerja di stasiun Tv yang menayangkan kasus pembunuhan . dalam kalimat pemubuka MC begitu tampil percaya diri untuk memberikan hukuman mati pada seorang pembunuh mengingat ditemukannya seorang siswa kelas 6 SD yang dibunuh dan dibuang di gunung dekat rumahnya. hal itu membuat penjahat/ pembunuh tidak boleh dibiarkan ada ruang untuk bernafas.

di studio itu  Soo hyun  juga melihat Acara dimana suaminya sedang berdebat penegakan  hukum mati untuk seorang pembunuh. Ji hoon yang seorang pengacara HAM tentu tidak setuju hukuman  mati dijatuhi pada seorang pembunuh karna mereka juga memiliki hak untuk hidup.
lawan bicara ji hoo, kim nam joon ( calon presiden)  memberikan bukti bahwa dari sekian banyak kasus 80% diantaranya adalah kasuh pembunuhan terhadap anak dan perempuan. dan sekarang sekitar 200 nara pidana ada di penjara. selama 15 tahun ini pula pemerintah telah memberikan anggaran untuk keluarga hukuman mati sebanya 220 Rb won per orang. dan bagaimana reaksi para korban ketika mereka membayar pajak untuk itu tetapi negra masih mempertahankan orang yang telah mengambil orang yang mereka cintai

Ji hoon juga memberikan pendapatnya, bahwa dalam memberikan hukuman mati, mereka juga harus mempertimbangkan kondisi orang yang melakukan hukuman mati ( maksudnya eksekutor) rasa sakit mental , psikologi mereka pasti juga terganggu. dan apa yang akan dilakukan pemerintah untuk hak mereka.?
Ketika Ji hoo bicara ada seorang wanita yang memperahatikannya, dia memberikan tatapan kebencian untuk ji hoo.
soo hyun dan ji hoon pulang dari stasiun Tv bersama sama.  jihoon mengeluh debat hari ini dia kalah. sohyun ngejek bukankah buat dia kalah dan menang itu tidak ada yang ada hanya mengeluarkan pendapat? ji hoon tersenyum dan mengjak soo hyun untuk makan malam, karna dia sudah lapar. soo hyu tidak setuju. mereka harus makan di rumah dan memarahi saet byul karna gagal lagi dalam ujian kenaikan kelas dan juga dia rangking terakhir dari semua siswa
langkah mereka terhenti ketika wanita yang didalam tadi melempar wajah ji hoon dengan tomat. dia menangis "Apa katamu? Hargai setiap kehidupan ? Jika anakmu adalah korban, apa kamu pikir kamu dapat mengatakan seperti itu? tanya ahjumma pada ji hoon. soo hyun berusaha menenangkan ahjumma itu namun tidak bisa, dia bahkan didorong sampai jatuh.
ahjumma itu jatuh tersungkur ke lantai dia begitu histeris " Bajingan itu mereka harusnya dibunuh dan dirobek menjadi potongan-potongan! Anakku sudah mati, mengapa bajingan itu masih hidup? tangis wanita itu. ji hoon pun berdiri mematung memikirkan kata kata dari ahjumma itu. lalu suami dari wanita itu datang membawa ahjumma itu seraya berkata " Hal ini tidak akan membuat anak kita hidup kembali. Mari kita pergi.
Soo hyu melap wajah suaminya yang blepotan, tapi dia  tidak bicara sama sekali.
 Soo hyun berdiri di kantornya sambil melihat aksi demon yang ada di bawah gedung mereka. juniornya datang ( Ju min ah) dia memuji penampilan mereka yang tadi waktu life soal kasus pembunuhan anak itu. dan hebatnya lagi, pembunuh anak kelas VI itu sudah dapat. dan di acara selanjutnya dia akan membawakan acara dengan topik " hukuman Mati"
Min Ah meminta  soo hyun untuk menemaninya wawancara dengan sorang pembunuh yang akan di hukum mati. yaitu ki dong hoo
Di mobil, Min ah memberikan bukti bukti pembunuhan anak itu dengan foto. Soo hyun menyembunyikan satu foto dan memberiakan yang lainnya kembali pada Min Ah. song  young soo adalah seorang narapidana yang membunuh wanita dan itu adalah kasus yang besar karna  terdakwa seperti orang yang kurang waras. dan itu seakan dia lakukan untuk menghindari jerat hukum, permohonan pembebasan bersyrat juga di berhentikan tapi orang tuanya tidak menyerah " mana ada orang tua yang akan menyerah pada anaknya" koment soo hyun. Min ah juga menceritakan yang ironis dalam kasus ini adalah   saksi di tempat kejadian adalah adik kandung si pembunuh.

 Tiga orang manusia ( hahaha) yaitu Dong chan, byung tae dan jenny. mereka memandangi villa tempat keluarga soo hyu tinggal. dan mengagumi berata besarnya  rumah itu.
lalu jenni dengan wajah cantik dan tubuh seksinya, mengalihkan perhatian satpam villa itu agar Dong chan dan byung tae bisa masuk ,dan alhasil kedua rekan prianya bisa masuk dengan sukses.
Saek byul pun pulang dari sekolah di antar oleh pengasuhnya, tapi pengasuhnya tidak ikut masuk karna dia ada pekerjaan lain dan menyuruh saet Byul untuk tidak melaporkannnya pada ibunya.
dan betapa terkejutnya saet byul ketika rumah mereka sudah di huni oleh ketiga orang  asing yang tadi masuk diam diam. paling lucunya dong chan malah nanya siapa Saet byul seakan rumah itu adalah rumah mereka bertiga.

Soo hyun melakukan wawancara pada dong hoo
soo hyun : aku lihat kamu punya anak, apa kamu merindukannya? " ya aku merindukannya, aku merindukan anak ku " jawab young soo.  lalu Soo hyun memberikan foto orang tua yang anaknya dia bunuh. " orang ini juga merindukan anaknya, tapi orang ini tidak bisa lagi bertemu dengan putrinya karna kau telah membunuhnya. polisi disana langsung mengambil foto itu karna itu melanggar hukum,
" Ini adalah cara supaya kita tahu apakah penjahatnya benar-benar bertobat atau mereka hanya berpura-pura. Kami punya hak untuk memberitahu orang-orang kebenaran. Dan itulah sebabnya kami membuat dokumenternya -dong hoo tertawa dengan menyedihkan lalu dia  emosi dan meraung ingin mendapatkan soo hyun.

Soo hyun hendak pulang dan diantar polisi penjaga sampai kedepan sambil minta maaf atas kejadian itu. dibelakan mereka nampak orang tua yang sudah lemah membawa bekal ditangannya. polisi itu memberitahu soo hyun bahwa itu adalah ibu dong hoo yang setia mengunjunginya tiap hari selama 10 tahun.
soo hyun mendapat telfon dari rumah, dia ditelfon oleh dong chan  " kenapa kamu susah sekali di hubungi, aku pikir kamu sudah pergi ke luar negri tanpa anak mu!" soo hyun pikir dia salah sambung,  kemudian dia memastikan kembali nomor telfonnya dan itu memang dari rumahnya, dia langsung panik dan tannya siapa mereka, "Kamu benar-benar tidak tahu?  Cepat kemari dengan uang tunai.  Aku yakin kamu tahu, tapi kau tahu apa yang terjadi jika kamu menelepon polisi, kan?  Cepat kemari. Anakmu sedang menunggu ibunya. soo hyun hendak menelfon polisi tapi tidak jadi karna ancaman dong chan.

sampai ke rumah, bukan situasi mencekam yag dia temui tapi situasi rameeeeeeeeee..... hehhehe, dia melihat anaknya dan dong chan bernyanyi ria sambil meloncat loncat. melihat Soo hyun yang datang mereka langsung berhenti. saet byul menemui mamanya" Mom! Jika kamu meminjam uang dari mereka, kamu harus membayar mereka kembali Bayar mereka kembali! ujar saet byul yang membuat mamanya menjadi  bingung. dan mereka akhirnya berakhir di penjara.
Dong chan berteriak teriak dari jeruji besi " Ahjumma, Ahjumma, lihat di sini! Aku benar-benar tidak tahu kalau orang itu pindah! Itu adalah kesalahan, kesalahan ! namun soo hyun tidak mau peduli dan mendengarkan dong chan. dia meminta polisi agar mengurusnya secara hukum.
polisi menjelaskan bahwa mungkin teradi kesalah pahaman, karna  orang yang tinggal di sana sebelumnya, meminjam uang sangat banyak, dan tidak pernah dibayar kembali. soo hyun tidak mau tau dan mengatakan anaknya tiggal dirumah sendirian, dan mungkin dia sangat terkejut. saet byul bicara dia sama sekali tak terkejut,  ahjussi bukan orang jahat, mereka bahkan bermain bersama. soo hyun memaksa saek byul untuk diam dan membawanya dari kantor polisi.
Dong chan memanggil manggil soo hyun mulai dari, ahjumma, noonim, ahgassi, madame... ( hhahaa) tapi tidak di hiraukan. saet byul berteriak mengatakan " tenang lah ahjussi, aku akan menyelamatkan mu! " hahah
dari mobil, soo hyun dan saet byul melihat pak satpam mengusir anak remaja dengan paksa, ditangannya ada kamera. soo hyun tanya apa yang terjadi, satpam menjelaskan bahwa anak itu meresahkan warga yang tinggal di villa itu karna setiap hari dia ada di sana.
" Ini bukan seperti ia masuk ke dalam villa, dan ia hanya duduk di depan pintu masuk. Jadi apa hak kamu untuk menendang dia keluar?
satpam : " warga merasa tidak nyaman karna mereka punya anak juga, jadi aku hanya ingin memastikan.
soo hyun bergumam kenapa banyak sekali manusia yang egois, lalu dia pergi  dan berpesan ke satpam agar memperlakukannya dengan baik. dan menyuruh anak itu pulang ke rumah karna cuacanya sangat dingin.
Dong chan marah marah di penjara, bagaimana mungkin warga sipil yang tidak berdosa seperti mereka di penjara. ini contoh gambaran kenapa kedamaian publik sekarang begitu kacau. " anak itu jelas jelas menyukai saya, bahkan memanggil saya snake, lalu saya memasak ranyun untuknya ketika dia ingin, dia ingin pizza aku membelinya, tapi kenapa dia memasukkan aku ke sini? ahjumma itu sangat rewel, dia bahkan tidak mau mendengarkan apa pun " keluh dong chan.
dong chan tanya pada oh gook  apa dia punya sesorang untuk dimintai bantuan membebaskannya.. oh gook mengatakan tidak ada, tapi dong chan bisa minta, kepala tim woo jin untuk membenaskannya, dong chan  ga mau, sepertinya mereka musuh bebuyutan.

Saet byul mengambil kaos kaki dan memberikannya pada anak yang mereka temui di depan, dia masih disitu, ( knapa yah dia disitu) namanya adalah young gyu.
ya ampun ternyata young gyu adalah anak dari ki dong hoo, dia dijemput neneknya. young gyu sennag sekali akhirnya neneknya datang dan miminta neneknya membelikannya ddukbokgi.
soo hyun dan suaminya ji hoon berjalan bergandengan tangan, ji hoo mengajaknya untuk nonton film karna ini adalah hari libur. tapi dia tidak bisa karena  dia ingin membuat makanan ringan buat saet byul yang sedang les matematika dan bahasa inggris. ji hoo protes kenapa hari libur saet byul masih saja les, " Apakah kamu tahu betapa mahalnya kelas di Gangnam? Orang tua akan membuat keributan jika mereka menutupnya biarpun untuk satu hari."." ah putriku yang malang" ujar ji hoon.

Dong chan dan kawan kawan telah bebas. dia bertanya kenapa mereka bisa bebas padahal mereka bisa memasukkanya kepenjara untuk lebih lama lagi. oh goo jawab, mereka telah di benaskan oleh woo jin, dong chan sangat tidak senang dan menyuruh kawanya dua lagi untuk masuk ke sel, jenny protes dia tidak mau, karna dia sudah 4 hari gak ganti celana dalam. ( hahahha) dan kedua temannya itu pun pergi meninggalkannya sendirian. oh gook memperingatkan dong chan agar bersikap lebih baik lagi, bukankah memalukan di lihat rekan2 yang lain? tanya  oh gook.

ibu Dong chan datang menghampirinya "Hei, Detektif Na mengatakan kepada aku kalau kau ada di sini.
Apa yang terjadi? Apakah kamu membuat masalah lagi? " aku hanya tidak beruntung hari ini.
ibu memberikan selebaran pada dong chan, itu adalah undangan untuk menghadiri acara penggalangandana untuk anak cacat di sekolah young gyu. "young gyu memintamu untuk datang". dong chan menghamburkan selebaran itu dan berkata tidak ingin melihatnya lagi.
si ibu kembali memungut  selebaran itu dan hanya mendesah.. aigooo, anak itu.. gumamnya

saet byul melewatkan bus lesnya, dia tidak mau berangkat dan sembunyi di pagar. setelah bus berlalu, dia keluar dan melihat young gyu ada disana. young gyu menunjuk bus itu  maksudnya kenapa dia tidak pergi. saet byul menjawab dia tidak mau " semua temannya disana berbahasa inggris, dan dia tidak mengerti satu pun, tidak ada yang mau bicara dengannya, dan tidak ana yang mau bermain dengannya.

Saet byul menarik kertas yang ada di kantong young gyu,  undangan untuk menghadiri penggalangan dana untuk anak cacat. saet byul tanya kenapa dia gak pergi, Mereka mengatakan kepadaku untuk membawa teman dan keluarga. Nenek Young Gyu sibuk. Aku tidak punya teman.Jadi, aku tidak pergi
saet byul menghiburnya dengan mengatakan dia juga tidak punya teman. apa kamu mau menjadi temanku? tanya saet byul.. :" apa kamu ga takut pada ku? aku ini bodo.. jawab ypung gyu.  "Anak-anak di kelasku mengatakan aku bodoh, juga. Baiklah kalau begitu Mari kita menjadi teman." pinta saet byul. mereka pun menjadi teman. dan pergi ke acara amal itu.
Dong chan pulang ke rumah atapnya , dong chan tersantung kaki kaek yang tersidur dihalamannya yang membuat telur yang dibawanya pecah. dia meminta makanan pada dong chan karna dia tidak makan selama 4 hari. dong chan tidak mau dan menyuruhnya untuk pergi.

Dong chan siap2 melahap makannya, namun dia terungat sama si kakek yang di halaman yang ga makan selama 4 hari. dia gelisah karna tidak mau ada yang mati di rumahnya karena kelaparan dan akhirnya memanggil sikakek makan. dan alhasil makanannya semua habis tak bersisa, dong chan menggerutu apa kakek itu manusia gua kenapa begitu rakus dan jorok.
setelah dikasih makan, si kakek malah moloh di rumah dong chan dan  meminta dibelikan  macchiato karamel. Dengan whipping cream yang banyak dan ukurannya grande. hahahha... dong chan kesal dan mengatakan dia sikakek gila yang aneh.

soo hyun mencari cari seot byul dan menelfon sesorang di tempat lesnya, namun tidak ada hasil. pembantunya mengaku  saet byul  tadi ingin pergi les tapi kenapa sepatunya masih ada di rumah? berarti dia kembali lagi ke rumah ujar si bibi.

Soo hyun memeriksa baju yang di pakai seot byul dan menemukan  undangan itu. dia mengingat ingat  dimana dia pernah melihat nama sekolah itu dan dia teringat young gyu yang mengenakan seragam yang bertuliskan nama sekolah itu.

dan benar saja saet byul ada di sekolah itu, dia menari dan bernyanyi di meja sedangkan  yong gyu menari di bawahnya. semua orang melihat mereka dan kagum dengan mereka berdua. sevenir mereka pun banyak yang habis terjual.
Soo hyun datang dan langsung menyeret saet byul dari tempat itu ( keterlaluan nih soo hyun) saet byul menolak dan tidak mau pergi, tapi dia tidak bisa karna ommanya lebih kuat darinya. semua  orang melihatnya, namu soo hyun tidak peduli. tepat saat mereka pergi, paman young gyu ( dong chan) pun datang ke acara itu. tapi tidak melihat  young gyu ada di sana.
 
Saet byul menangis dan mengais aiskan kakinya ke tanah.
soo hyun : Apa yang kamu lakukan, menangis seperti ini Siapa yang menyuruhmu tidak les dan datang ke sini? " aku tidak mau les. jawab saet byul.
soo hyun kemudia meminta young gyu untuk jangan lagi berada di sisi anaknya. dengan sedih yong gyu meninggalkan tempat itu. saet byul menangis melihat young gyu pergi dan pipis celana.

so hyun mampir ke toko terdekat, toko benda benda antik untuk meinjam toiled sebentar. saat mereka datang sang pemilik toko memandangi soo hyun dengan aneh, dia menatapnya dengan tatapan sedih..

ada apa yah.. next ke part 2..
1 part 2  | episode 2 | episode 3 | episode 4

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

BUKU INFORMASI MENARIK