Powered by Blogger.
Home » , » Time Slip Dr.Jin Episode 8

Time Slip Dr.Jin Episode 8


Begitu Jin Hyuk tiba di rumah  Young Rae, dia sudah ditunggu oleh ibu Young Rae. dia menyuruh Jin hyuk untuk pindah dari rumah mereka degan alasan young Rae sebentar lagi akan mnenikah dan tidak enak jika di rumah nya ada lelaki asing yang bukan keluarga mereka
young rae tidak suka ibunya mengatakan seperti itu  pada Jin hyuk. dengan berat hati JIn hyuk emngiakan dan mencoba mengerti
di kamarnya Hyuk Teringat kembali akan Mi Na, “Kenapa kau tidak melamarku? Aku bisa lari ,”


young rae sedang berbicara kepada ibunya agar menunda pernikahannya. ibunya marah dan mengatakan bagaimana nanti reaksi keluarga kim jika penikahannya di batalkan.sementara keluarga dari kyung tak sudah tau rencana penikahannya.
Mendengar alasan ibunya, young ingin keluarganya mendapatkan kedudukan lagi dengan pernikahannya. “Jika aku merae marah dan mengatakan jika pernikahannya hanya alasan  agar keluarganya mendapat kedudukan kembali.  amata ibunya berkaca kaca dan mengatakan pada yung rae “Aku hanya ingin melihat kau menikah dengan keluarga yang pantas, menerima cinta dari suamimu sebelum aku mati. Apa kau tidak tahu perasaan ibumu?!”
Keesokan harinya, Jin Hyuk pamit dengan ibu dan kakak Young Rae. Berniat untuk tinggal di hwalinseo ( tempat pengobatan)  untuk sementara waktu.

Young Rae mengejar Jin Hyuk. Merasa sedih dengan kepergian Jin Hyuk. “Apa maksud kata-katamu yang terakhir kali. Tentang ‘dunia lain’?”
Jin Hyuk berbalik, “Tidak ada apa-apa, selamat atas penikahanmu.”



Di klinik, Tabib Heo menyindir kalau Jin Hyuk ternyata benaran di usir  dari rumah young rae. jin hyuk mengatakan dia tinggal di klinik hanya untuyk sementara waktu sebelum dia mendapatkan tempat tinggal yang baru,
di luar kliinik masyarakat datang berbondong bondong ingin mendapat kan obat baru yang di temukan oleh jin hyuk. karena jin hyuk belum banyak membuat obat maka hyuk menegaskan kepada masyarakat untuk sabar.. karena dia akan memberikan obat kepada merekan yang memiliki penyakit yang parah tanpa membedakan orang kaya dan orang miskin..

di rumah ,Young Rae memandangi pakaian dokter Jin Hyuk, kemudian kyung tak datang untuk mengajaknya jalan jalan.kyung tak merasa sangat bahagia karena akhirnya dia bisa jalan bersama dengan young rae. di sisi lain muka young rae tampak muram karena dia tidak menyukai jalan bersama dengan kyung tak.
Kyung Tak menyadarinya. Diapun membawa Young Rae ke tempat dulu dia latihan pedang, “Setiap kali selesai berlatih, aku memahat tulisan di batu ini sedikit demi sedikit.”



Young Rae melihat namanya dipahat di sebuah batu, Young Rae sendiri bermakna selamanya datang. “Kumohon, datanglah padaku.”
Di sebuah tempat, Ha Eung secara terang-terangan meminta Young Hwi untuk menjadi anak buahnya. Young Hwi tertawa kecil, “Jadi setelah kau berhasil menjernihkan tubuh dan jiwamu, sekarang kau ingin menjadi pimpinan kelompok pencuri?”
ha eung bertannya kepada young hwi siapa yang akan dia penggal kepalanya.belum semopat di jawab oleh young hwi chun hong datang menghentikan pembicaraan mereka

jinhyuk sedang melakukan operasi pengangkatan tumor di rumah bangsawan lee. tuan lee datang dengan marah karena melihat jin hyuk meletakkan pisau di leher istrinya,  tanpa mendengar penjelasan Jin Hyuk tuan lee menyuruh pangawalnya mengusir mereka. “Saya yang meminta mereka melakukannya!” teriak istrinya, “saya tak peduli asalkan saya dapat membuang benjolan menjijikkan ini.”

Tuan Lee tersadar perasaan istrinya selama ini yang selalu ditinggal hanya karena penyakit yang dideritanya.
Di luar, Jin Hyuk dan tabib Heo diikat dan siap menerima hukuman. Sedang Ha Eung tak kalah kebingungannya. “Matilah kita. Apa kau tahu siapa beliau tadi? Dia adalah suami dari kemenakan Ibu Suri!” ucap Tabib Heo sembari menangis.
Jin Hyuk kaget, tabib Heo menjelaskan juga kalau di tuakan di istana. Bahkan klan Ahn Dong Gun tak akan berani kepada beliau!
Keduanya meminta Ha Eung menyelamatkan mereka. Tuan Lee keluar, “Apa kau bisa membuang benjolan itu?” Jin Hyuk menyakinkan kalau pengobatan dia aman bagi istrinya. Tuan Lee pun memberikan kesempatan bagi Jin Hyuk.
Operasi dilanjutkan. Jin Hyuk di bantu tabib Heo. “Karena beliau ini kemenakan Ibu Suri, tanganku menjadi gemetar Jika saja Nona Young Rae ada di sini.”


Jin Hyuk mulai membedah, sedikit demi sedikit membuang tumor. Sedang tabib Heo bergidik mengeri melihatnya.
Operasi selesai, Tuan Lee dan Ha Eung yag menunggu dengan cemas di luar langsung menghampiri Jin Hyuk begitu keluar kamar. Menyampaikan operasinya berhasil. “Aku sudah bilang kan, percayakan saja pada Tabib Jin,” ujar Ha Eung memuji.

Begitu Tuan Lee masuk ke kamar, tabib Heo masih saja cemas. Jika terjadi apa-apa kepada istrinya tetap saja mereka yang kena. “Untunglah, semuanya berakhir dengan baik.”
“Beliau itu kemenakan yang sangat disayangi Ibu Suri. Jika Ibu Suri mengetahuinya, beliau pasti sangat senang.” Sepertinya Ha Eung mempunyai maksud lain.


Ha Eung mencoba memanfaatkan Jin Hyuk untuk mendapatkan kepercayaan ibu Suri jika istri Tuan Lee pulih. “Kau akan mendapatkan kekuasaan.”
“Jadi itu alasan Anda mengenalkanku?” Langkahnya terhenti begitu melihat Young Rae beserta ibunya di toko kain.
Tampak Ibunya berseri-seri membeli kain persiapan pernikahan putrinya, sedang Young Rae tak bersemangat. Tatapannya bertubrukan dengan Jin Hyuk, tanpa mengucapkan sepatah kata mereka saling menganggukkan kepala. Jin Hyuk melanjutkan perjalanannya.
Seseorang memberikan informasi kepada Tabib Yoo mengenai perkembangan obat baru Jin Hyuk. “Mulai sekarang, kau harus menjadi mata dan telingaku.” Tabib Yoo memberikan segepok uang. Jelas mata-mata yang bekerja di klinik Jin Hyuk.



Di rumah gisaeng, Kyung Tak mengajak minum Young Hwi, “Jika adik iparku sering mengunjungi gibang, bagaimana aku bisa tenang?” canda Young Hwi yang disambut tawa Kyung Tak. “Aku punya satu permintaan. Saat kau Young Rae sudah menikah denganmu, hanya kau yang dapat diandalkannya. jika terjadi sesuatu padaku, tolong terus lindungi Young Rae.”

Kyung Tak tersenyum kecil, “Dan jika dia harus mati demi menyelamatkanku, aku yang akan memilih mati.” Choon Hong masuk ke ruangan mereka. Memberikan ucapan selamat kepada Kyung Tak atas kabar pernikahannya.


Tak lama, gisaeng lain memberi tahu Ha Eung dan Jin Hyuk datang. “Kebetulan sekali, bawa mereka kemari,” pinta Kyung Tak.


Ibu Young Rae masih sangat bahagia rencana pernikahan. . “Akhirnya kau akan menikah. Betapa bahagianya ayahmu jika dia menyaksikan ini semua? Apa yang sedang kau pikirkan?” tanya ibunya melihat Young Rae hanya melamun. Alih-alih menjawab ibunya, dia memilih untuk pergi.

Jin Hyung dan Ha Eung akhirnya bergabung dengan Kyung Tak dan Young Hwi. “Sarjana Hong, kuucapkan selamat juga untukmu. Berbesanan dengan keluarga Penasehat Kerajaan? Pasti itu kehormatan besar.” Tahu maksud Ha Eung, Young Hwi tak menanggapi, “Saya senang karena teman dekat saya akan menjadi adik ipar saya.”

Keadaan tak begitu mengenakkan buat Jin Hyuk,Apalagi ketika dia menolak minuman dari Kyung Tak. “Kenapa? Apa kau tak suka perayaan menyambut pernikahanku ini?”
“Apa itu penting jika saya menyukainya atau tidak?” balas Jin Hyuk.

Young Hwi berusaha mencairkan suasana, meminta maaf atas sikap ibunya yang mengusir Jin Hyuk. Lain halnya dengan Kyung Tak yang setuju, dirinya terang-terangan tak suka Jin Hyuk tinggal di kediaman Hong. “Tak sepantasnya kau berkata seperti itu. Kau kan juga berhutang nyawa kepada Tabib Jin,” sanggah Ha Eung.

Jin Hyuk berbalik, “Aku juga ingin menanyakan sesuatu. Apa kau bisa membuat agassi bahagia? Tolong... bahagiakan dia.” kyung tak sangat marah mendengar perkataan hyuk

Gisaeng lain mengabarkan Tuan Lee mencari Jin Hyuk.
Ketika pulang kekediamannya, Young Hwi mendapati adikknya berniat pergi. Bisa menebak kemana perginya, Young Hwi tahu adiknya benar menyukai Jin Hyuk. “Sejak pertama melihatnya, rasanya ada ketertarikan aneh. Aku terus memikirkannya, dan saat aku bersamanya, hatiku terasa berdebar-debar. Aku pun tak tahu kenapa aku seperti ini.”

Young Hwi menggeleng, tidak setuju akan perasaan adiknya. Young Rae pun mengerti, dia memutuskan pergi hanya untuk mengembalikan pakaian Jin Hyuk yang tertinggal, walau menyisakan rasa penyesalan.
Sementara itu istri Tuan Lee mengalami peradangan karena operasi penganggkatan tumornya. Tuan Lee terlihat cemas, sedang Jin Hyuk yang memeriksaanya menenangkan Tuan Lee, “Jika kita sudah memberinya antibiotik, peradangannya akan berkurang. Tunggu sebentar, aku akan mengambilnya.”


Young Rae yang telah sampai di klinik yang keadaan sepi. Tak berapa lama dia dikagetkan dengan larinya seorang pria, Young Rae panik ketika melihat kobaran api dari dalam klinik. Dia pun cepat-cepat berusaha menyelamatkan obat-obatan Jin Hyuk, sayang kobaran api sudah membesar, dia hanya mampu mengambil satu cawan.
Kobaran api yang besar pun merobohkan atap, dan menimpa Young Rae, lengannya terbakar.
Jin Hyuk yang juga pulang ke klinik syok melihat api, lebih syok lagi melihat Young Rae dalam keadaan tak berdaya. Jin Hyuk langsung membawanya keluar. Melihat luka bakarnya dan teringat dengan kecelakaan Mi Na dulu.


Tabib lain datang, merekapun kaget. Jin Hyuk meminta salah satunya mengambil air dingin untuk mengompres luka Young Rae.

Bersama Tabib Heo yang terakhir datang, Jin Hyuk mengompres luka bakar Young Rae. Syukurlah, lukanya tidak mematikan sel saraf. "Aku harus mengurangi panas lukanya terlebih dulu" batin Jin Hyuk. Sedang Young Rae menahan sakit yang luar biasa.
Kyung Tak bersama pasukannya datang, heran melihat balai pengobatan yang berantakan dan tahu kalau habis terbakar. “Cepat temukan jika ada api yang belum padam, dan juga cari tahu dari mana asalnya,” perintah Kyung Tak pada salah satu anak buahnya.


“Jadi... ini semua hanya gara-gara obat...?” Jin Hyuk tercengang. Kemudian Kyung Tak masuk.
Sontak Kyung Tak menyalahkan Jin Hyuk atas luka Young Rae. Dia pun memaksa untuk membawanya pulang, Jin Hyuk segera melarang. Kyung Tak langsung menyengkram baju Jin Hyuk. “Aku harus mengobati luka bakarnya sekarang juga. Aku juga harus memberinya disinfektan,” seru Jin Hyuk.

Kyung Tak dan Young Rae berdua setelah Jin Hyuk keluar mengambil kain bersih. “Kau tak pernah membiarkanku tenang,” ucap Kyung Tak bernada sedih. Young Rae merasa tak enak, dia pun mengatakan kalau sebelum kebakaran seseorang melarikan diri.
Di luar, Jin Hyuk menemukan cawan yang dimaksud, namun diliputi rasa bersalah kepada Young Rae.

Di tempat lain, ibu Young Rae lebih syok mengetahui musibah yang menimpa putrinya. Bahkan terjadi di saat pernikahannya akan berlangsung tak lama lagi.
Hae Eung tergopoh-gopoh datang ke balai pengobatan, begitu kaget mengetahui semua obat dan peralatan telah hangus. “Walau kita membuat ulang, obatnya tak akan siap dalam 1-2 hari,” ucap salah satu tabib yang membenahi peralatan mereka.



"Masih ada satu obat yang tersisa," ujar Jin Hyuk seraya mengeluarkan cawan yang diselamatkan Young Rae. Betapa leganya Hae Eung dan meminta Jin Hyuk langsung ke Tuan Lee. Jin Hyuk bimbang.
“Agassi sekarang sudah membaik, tapi jika nanti keadaannya memburuk maka hidupnya ada dalam bahaya.”

Hae Eung pun mengerti dan tidak memaksanya. Young Rae yang menyelamatakn obat itu, dia juga yang berhak menggunakan jika keadaan dia memburuk. “Simpan obat ini dan gunakan untuk agassi. Tak usah mengkhawatirkan aku,” ucap Hae Eung menghibur Jin Hyuk yang akan menanggung jika terjadi apa-apa pada istri tuan Lee.


Jin Hyuk kembali ke dalam, menanyakan keadaan Young Rae. Dia masih mampu menahan rasa sakit. Jin Hyuk terpaksa menjelaskan kepadanya, bahwa dia membuat obat tersebut akan memberikan kepada siapa saja yang paling membutuhkan, mengesampingkan perasaan pribadi.



“Meski obat ini kau selamatkan dari kebakaran, ada pasien yang membutuhkan obat ini segera. Aku harus memberikan obat ini untuk orang itu.”
“Saya baik-baik saja, jadi pergilah selamatkan orang itu. Cepatlah.”
Jin Hyuk pun pergi membawa obat setelah mengucapkan terimakasih.

Tuan Lee merasa lega saat Jin Hyuk memberikan obat kepada istrinya yang tampak kesakitan, dia benar-benar akan mengingat jasa Jin Hyuk dan Ha Eung. Namun sediki khawatir saat mendengar berita balai pengobatan Jin Hyuk terbakar. Bagaimana jika istrinya membutuhkannya lagi?
“Jika Anda membersihkan bekas lukanya dengan baik dan istirahat total, istri Anda akan baik-baik saja. Dan saya juga akan membuat obat baru secepatnya.”

Usai mengobatati istri Pejabat Lee, Jin Hyuk dikabari oleh salah satu tabibnya kalau Young Rae telah dibawa pulang ibunya. Jin Hyuk pun bergegas ke kediamanannya.
Sedang Tabib Yoo melapor ke Mentri Kim kalau Jin Hyuk berhasil mengobati tumor istri Pejabat Lee. Cemas ketika mengetahui istri Pejabat Lee merupakan kemenakan kesayangan ibu Suri. “Barangkali dia ingin membuat hubungan dengan Ibu Suri,” kata Mentri Kim yang mengagetkan semuanya.


Mentri Kim meminta lainnya terus mengawasi gerak gerik Ha Eung sebagai seorang pangeran agar tidak sampai menemui ibu Suri.
“Dengan kemampuan pengobatannya yang misterius itu, dia pasti ingin menggunakan Tabib Jin untuk memikat Ibu Suri,” balas Tabib Yoo yang sepenuhnya benar.

Di luar, pelayan Tabib Yoo mengabarkan kalau ada obat yang tersisa dari kebakaran. t3rnyata dalang dri semuanya ini adalah tabib yoo


Betapa marahnya ibu Young Rae ketika melihat Jin Hyuk datang, namun dia bersikeras untuk mengobati Young Rae. Semakin panik ketika mendapati Youg Rae mulai tak sadarkan diri, luka bakarnya mulai infeksi. Jin Hyuk langsung menyuruh pelayan Young Rae ke balai pengobatan.
Di sisi lain, Kyung Tak yang berada di balai pengobatan telah menemukan bukti kalau kebakaran memang disengaja. Salah satu tabib mengatakan Tabib Heo-lah yang seharusnya berjaga tadi malam. kyung tak jga sudah mulai curiga kalu ini ulah tabib yoo



Kyung Tak langsung mendatangi kediaman Young Rae ketika tahu dari pelayannnya keadaan Young Rae. Pelayan Young Rae memberikan peralatan yang diminta Jin Hyuk.
“Aku tanya, apa yang terjadi! Tadi dia baik-baik saja!”
“Lukanya terkena infeksi. Jadi dia mengalami demam dan tak sadarkan diri.,” jawab Jin Hyuk seraya memasang infus.
“Lalu, kenapa kau tidak memberinya obat? Kudengar ada obat yang dia bawa keluar dari kebakaran.”


Kini giliran Kyung Tak yang tak bisa menahan emosi amarahnya begitu tahu obat yang mati-matian diselamatkan Young Rae malah diberikan kepada orang lain. Sebenarnya Jin Hyuk pun menyesalinya.
“Yang dapat kita lakukan hanya merawat lukanya dan membuat demamnya turun.”
“Kau mengharapkan keberuntungan tanpa memberinya obat? Apa itu yang patut diucapkan seorang tabib?!” teriak Kyung Tak.

Jin Hyuk diancam agar bisa menyelamatkan nyawa Young Rae bagaimanapun caranya, jika tidak nyawanyalah sebagai gantinya.
“Kalian harus menemukan Tabib Heo, si pelaku pembakaran! Mengerti?” teriak Kyung Tak pada pasukannya. Jin Hyuk tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

Di lain tempat, Pal Yi dan gengnya tak sengaja melihat Tabib Heo yang dipukuli beramai-ramai tanpa bisa melawan. “Kembalikan padaku Aku akan mengembalikan uangnya...” pinta Tabib Heo seraya memohon.
Pal Yi yang semula tak mau ikut campur demi mendengar jeritan Tabib Heo tak tega pergi begitu saja.

Demam Young Rae tak juga mau turun, Jin Hyuk putus asa karena tidak punya penisilin. Jin Hyuk pun teringat saat Young Rae merawat dirinya saat sakit kolera dulu.
Ana buah Pal Yi berteriak memangggil Jin Hyuk sambil menggendong Tabib Heo, betapa terkejutnya dirinya melihat Tabib Heo babak belur. Tabib Heo membawa pasokan penisilin dalam jumlah banyak.
“Dia sudah menjualnya ke pedagang obat, lalu ia memintanya lagi. Sepertinya dia berhasil memintanya kembali. Tadi dia dipukuli habis-habisan,” jelas anak buah Pal Yi.


Tabib Heo menangis dan menyesal karna dibutakan uang hingga tega membakar balai pengobatan. Tepat saat itulah Kyung Tak datang berniat menangkap Tabib Heo, Jin Hyuk segera menghalanginya. Yang penting Young Rae bisa selamat.



Jin Hyuk segera menyuntikan penisilin.
Setelahnya, Kyung Tak berterimakasih padanya karena menyelamatkan seseorang yang penting dalam hidupnya. Secara enggan mengakui kehebatan Jin Hyuk.
“Aku akan mempercepat pernikahannya agar dia menjadi istriku. Jadi, tak akan terulang lagi peristiwa semacam ini. Jangan pernah lagi muncul di hadapan agassi.”

Dia pun yakin akan membuat Young Rae bahagia, Kyung Tak menginginkan Jin Hyuk agar menyingkir dari kehidupan mereka.

Malamnya, di rumag gisaeng, Tabib Yoo menemui Dae Gun yang sedang depresi karena sikap ayahnya. Seakan mengerti, Tabib Yoo memberikan solusi untuk merebut kepercayaan ayahnya. “Jika Pangeran Heung Seon memiliki hubungan dekat dengan Ibu Suri, maka tak hanya Tuan Besar, tapi juga semua klan Kim Andong akan sangat terbebani. Apa yang sangat dikhawatirkan Tuan Besar adalah masalah ini,” beber Tabib Yoo.
Mungkin karena pikiran yang dangkal, maksud Tabib Yoo tak dimengerti Da Geun. Tabib Yoo secara tak langsung menyuruh Da Geun ‘menyingkirkan’ Ha Eung alias Pangeran Heung Seong dan juga tabib andalannya, Jin Hyuk.
Secara tak sengaja, Choon Hong mendengar rencana mereka dibalik pintu. terkejut


Dengan sentuhan lembut, Jin Hyuk menyeka keringat Young Rae, tak luput teringat dengan ucapan Kyung Tak untuk menghilang dari hadapannya. Belum lagi perkataan Choon Hong, bukan Young Rae yang dipikirkannya, namun wanita yang wajahnya mirip dengannya, Mi Na.

"Semoga kau cepat sembuh," bisik Jin Hyuk lirih langsung memutuskan untuk pergi. Betapa ia ingin kembali ke tempat Mi Na berada.

Young Rae tersadar, dan Jin Hyuklah yang dipikirkan untuk pertama kali. Ibunya yang berada di sampingnya, sedikit kesal dan memberitahu Jin Hyuk telah pergi. Young Rae terlihat kecewa.Pelayannya masuk dengan mimik tak karuan, memberi tahu seorang gisaeng mencari Jin Hyuk.
Di saat bersamaan, Ha Eung (mungkin di saat lain saya akan menyebutnya dengan P. Heung Seon) terlihat gembira. AKhirnya ibu Suri mau menemuinya. Dia pun teringat pada Jin Hyuk dan berniat menemuinya. Tak sadar dia diikuti.

Langkahnya terhenti ketika beberapa orang menghunuskan pedang ke arahnya.

"Beraninya kalian, apa kalian tidak tahu siapa aku?!" Perkataan P. Heung Seon tak digubris. Para pembunuh bayaran menyerangnya, pada saat itulah Young Hwi datang dan melindungi P. Heung Seon. Kalah ilmu, mereka memilih pergi.
Jin Hyuk pun dihadangnya dua pembunuh bayaran, dia langsung lari. Tak disangka, Young Rae menarik tangan Jin Hyuk, mereka bersembunyi di semak-semak. Kemudian kabur begitu pembunuh bayaran telah jauh.


P. Heung Seon heran kenapa Young Hwi akhirnya menyelamatkannya. “Bukankah Anda bilang kita harus mengubah masa depan Joseon? Saya ingin tahu, akan seperti apa Joseon di tangan Anda.”
Young Hwi pun membeberkan kalau yang berniat membunuhnya yaitu Kim Dae Gun. P. Heung Seon semakin heran karena ia telah tahu rencana busuk mereka.
“Anda akan tahu jika sudah sampai waktunya nanti,” jawab Young Hwi penuh misteri.


Mereka berdua sepakat, pihak Kim tidak tenang karena P. Heung Seon berhasil membujuk ibu Suri untuk menemuinya. Posisi mereka jelas terancam akan hal ini.
Jin Hyuk menghentikan langkah Young Rae yang terus memintanya berlari. “Saya mendengar Anda dalam bahaya,” ujar Young Rae yang mengaku langsung pergi mencari Jin Hyuk tanpa menghiraukan kondisinya. Sekaligus lega karena Jin Hyuk selamat.



“Kumohon, pulanglah ke rumah. Aku harus pergi,” pinta Jin Hyuk. Young Rae merasa ngeri begitu mendengar kata-kata Jin Hyuk, “Tak boleh. Jangan pergi. Bukankah Anda bilang, Anda tak punya tempat tujuan?
Jin Hyuk memandang Young Rae lekat-lekat, “Aku ini orang yang tak seharusnya berada di sini! Aku datang dari dunia yang berbeda. Dari dunia masa depan yang jauh.”

Keesokan harinya, tanpa membuang waktu P. Heung Seon datang ke istana menghadap ibu Suri. Setibanya dihadapan beliau, P. Heung Seon langsung memberikan hormat, “Hamba, Lee Ha Eung, mendoakan semoga Yang Mulia sehat selalu.”

time slip dr jin episode 7 klik disini

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

BUKU INFORMASI MENARIK