Powered by Blogger.
Home » » Flower Boy Ramyun Shop episode 1

Flower Boy Ramyun Shop episode 1



cerita ini diawali dengan seorang pria muda yang tampan bermandikan cahaya, seorang wanita sedang meminum secangkir kopi di dalam pesawat, ia adalah Cha Chi Soo (Jung Il Woo).  dia begitu bercahaya sampai aku saja silau lihatnya.. hhehehhehe.

Ia melihat ke samping dan seorang wanita yang menatapnya dengan kagum dari kursi disebelahnya. Ia menyapa sambil tersenyum, “Selamat pagi.”
"Selamat pagi." sapa wanita itu.
"Selamat pagi." balas Ci Soo.
"Berapa lama Kau tinggal di New York?" 
Ci Soo menjawab, "3 tahun."
"Dimana di New York?"
"Manhattan." 
"Benarkah? ! Dimana di Manhattan?" tanya wanita itu lagi.
"Upper East Side." jawab Ci Soo seadanya..
"Ya ampun, aku ada di sana juga! Apakah Kau tahu ini restoran Italia yang disebut Blu Bella? Di sana adalah surganya pasta! Dan bistro? Aku suka musik di sana. Jika Kau berada di New York selama bertahun-tahun, maka Kau harus tahu banyak restoran yang baik di sana." wanita itu berkata panjang lebar mencoba menarik perhatian Ci Soo.
"Apakah kau tidak mengerti?" tanyanya lagi.
"Cantik. . . " desis Ci Soo menggoda.
"Ya?"
"Bibirmu. . . Sangat cantik." ulang Ci Soo.
Cha Ci Soo keluar dari bandara..Dan..Aura ketampanannya.. 

Di luar airport, Chi Soo menghirup udara segar dan bergaya ketika para wanita menatapnya. Ia kemudian raut wajahnya berubah, tiga orang pria yang memakai setelan hitam, berjalan ke arahnya. Mereka berpakaian dengan rapi dan memakai earphone seperti bodyguard. Dan dari reaksi Chi Soo, itu adalah hal yang sangat buruk.

Untung ia melihat wanita yang mengajaknya mengobrol di pesawat sedang masuk ke dalam mobilnya. Jadi Chi Soo pun segera ikut masuk ke dalam mobilnya dan berkata, “Biarkan aku pergi….ke rumahmu.”
Setelah tidur sejenak, ia pun segera pergi yang membuat wanita itu kaget. Ia bertanya, “Apakah kau benar-benar hanya tidur dan kemudian pergi?” ia berpura-pura tidak bersalah dan berkata, “Kau tidak bisa melakukannya denganku. Kau bisa mendapatkan masalah.” Ia pun pergi setelah mngedipkan matanya.

Chi Soo bertemu dengan teman-temannya, seorang pria keren dari Kangnam, pemain musik dari Hongdae dan seorang pemain sepeda jalanan. Mereka dengan bebas menggoda orang-orang asing dan menunjukkan pesona mereka.
Masalah terbesar Chi Soo sekarang adalah mencari tempat tinggal dimana ia tidak mudah ditemukan oleh ayahnya yang kaya. Mereka mengusulkan supaya ia tinggal bersama teman mereka yang lain Woo Hyun Woo yang akhir-akhir ini susah dihubungi.

Scene berubah. Kita bertemu dengan Yang Eun Bi yang berusia 25 th dan sedang belajar untuk ujian PNS (Gosi). Ia tampak acak-acakan dan bermata liar yang disukai oleh para pelajar Gosi yang lain. Ia sangat terobsesi untuk lulus ujian. Untuk mengetahui masa depannya, ia pergi ke seorang peramal (Cameo Kim Hye Soo) yang memperingatkannya kalau ia harus menjaga emosinya jika ia ingin lulus.
Peramal itu menunjukkan kartu tarot terakhirnya. Kartu untuk takdir. Gambar didalamnya menunjukkan pasangan kekasih yang sedang berciuman dengan sebuah lonceng diatas kepala mereka, arti dari kartu tsb adalah jika Eun Bi bertemu dengan belahan jiwanya, maka ia akan mendengar bunyi lonceng.
Eun Bi protes karena ia sudah memiliki pacar. Tapi peramal itu menduga kalau pacarnya sedang ikut wajib militer dan mereka sudah lama tidak berhubungan. Eun Bi dengan gusar berkata kalau pacarnya akan segera keluar dari militer dan ia pun pergi. Peramal itu menekankan, “Kubilang kau akan gagal jika kau kehilangan emosimu…..”

Chi Soo pergi untuk mencari Hyun Woo ditempatnya yang baru, yaitu di disebuah gosiwon. Ia pun bertemu dengan para bodyguardnya lagi. Mereka membungkuk dengan hormat dan Chi Soo pun berlari.

Mereka pun saling mengejar. Chi Soo masuk ke dalam gedung , ia pun masuk ke dalam kamar mandi wanita dimana Eun Bi sedang keluar.

Chi Soo segera mendorongnya masuk ke dalam bilik lagi , kemudian menyuruhnya untuk diam sebentar. Eun Bi salah paham, ia mengira kalau Chi Soo adalah orang cabul dan mulai menjerit karena mengira ia bejat, ia mengabaikan kepanikan Chi Soo, “Sshh!”. Akhirnya, karena tidak punya pilihan lain untuk menyuruhnya diam, Chi Soo pun meraih tangan Eun Bi dan mencondongkan badannya mendekat.

Ketika Eun Bi menyadari kedekatan mereka, ia jadi terdiam. Chi Soo mencondongkan dirinya lebih dekat, Eun Bi pun menutup matanya dan mendengar suara lonceng.  Ternyata itu suara lonceng dari lorong.

Tapi Chi Soo tidak menciumnya, ia hanya membisikkan ke telinganya dengan kata-kata ciri khasnya, “Sungguh cantik.”. Eun Bi menjadi mengkerut, tapi Chi Soo menepuk tahi lalat di pipinya, “Tahi lalat ini sangat cantik.”
Ia meluruskan badannya dan pergi, meninggalkan Eun Bi yang masih shock. Ia mengangkat bahunya dengan ceroboh, “Oh, aku pasti salah masuk kamar mandi.
Eun Bi pura-pura marah tapi Chi Soo pasang muka sok imut  lagi Tapi kenapa kau menutup matamu?”

Eun Bi menceritakan hal itu pada temannya yang hanya mengejeknya tentang kemungkinan ramalan tarot itu benar. Temannya menyebutnya teori yang lemah dan menduga kalau Eun Bi bertemu  dengan pria cabul di kamar mandi. Ternyata  memang ada seseorang yang cabul yang suka masuk ke dalam kamar mandi wanita. Ia menyuruh Eun Bi untuk belajar saja daripada mendengarkan kata-kata seorang peramal.

Teman Eun Bi itu bernama Kang Dong Joo, berumur 24 tahun seorang guru bahasa Inggris di sebuah SMA.  Dihormati dan punya pekerjaan tetap. Ia selalu sukses dalam berkencan, tipe wanita yang sangat disukai pria. Eun Bi berpikir dengan putus asa, “Aku sangat iri!”
Di rumah keluarga Cha, Presdir Cha menerima laporan kalau orang-orangnya tidak dapat menangkap Chi Soo.

Di luar akademi, para siswa  bertanya-tanya melihat hal yang aneh di luar pintu. Chi Soo sedang meringkuk di pintu masuk, menutupi badannya dengan koran supaya tidak terlihat. Akhirnya ia melihat wajah yang familiar dan menjadi cerah, orang itu adalah sahabatnya Hyun Woo.

Mereka pun mengobrol, tapi kelihatannya Hyun Woo sedang mengalami hal yang berat, walaupun ia menceritakan tentang hidupnya tanpa mengasihani dirinya sendiri. Ketika Chi Soo sedang di Amerika, ia melakukan banyak pekerjaan part time seperti di akademi ini, karena ayahnya terlilit hutang. Kelihatannya bisnis ayahnya gagal dan para penagih hutang terus mencarinya sedangkan ayahnya telah melarikan diri dan tidak bisa dihubungi selama setahun.
Chi Soo tidak sadar kalau itu adalah hal yang buruk dan menawarkan diri untuk membayar hutangnya sehingga Hyun Woo bisa bersama dengan keluarganya lagi. Tapi ternyata jumlahnya terlalu besar, 300 juta won.
Chi Soo terlihat terganggu ketika Hyun Woo mendesah kalau ia sudah menyerah untuk mencari ayahnya, semakin ia lelah, kekhawatirannya akan berubah menjadi benci. Chi Soo, “Aku akan memberimu 300 juta won, jadi kau jangan membenci ayahmu. Jika kau membencinya juga, ia bisa hidup dengan siapa?”

Paginya, Eun Bi menyadari kalau ramen yang dimakannya semalam membuat wajahnya menjadi bengkak, “Tidak sekarang, tidak hari ini!” Dong Joo menduga kalau hari ini pasti hari ketika pacarnya keluar dari ketentaraan. Ia menyebut pacar Eun Bi seseorang yang jahat dan brengsek. Kelihatannya ia tidak setuju Eun Bi menjalin hubungan dengannya. Eun Bi mengernyit dan menyuruh Dong Joo untuk menutup mulutnya.
Eun Bi memakai baju Dong Joo untuk bertemu dengan pacarnya di stasiun. Ternyata pacarnya sudah pulang ke rumah. Rencananya gagal total.
Ia pulang ke rumah dengan tertekan, merasa sedih pada pikiran kalau masa- masa romantisnya mungkin sudah berakhir. Walaupun begitu, ia memberitahu dirinya kalau ia masih mempercayai hatinya yang menggelegak. Pada kasus ini emosinya yang meluap-luap.

Ia teringat pada ciuman pertama mereka, dibawah lampu jalanan. Tapi kemudian wajah yang lain masuk dalam khayalannya. Orang cabul aneh yang ada di kamar mandi. Apa yang ia lakukan dalam mimpi di siang bolongnya?

Paginya, Chi Soo tiba di kantor Cha Sung (perusahaan keluarganya) dan dibawa ketempat ayahnya. Ayahnya langsung menyuruh sekretarisnya untuk membawa Chi Soo pergi, memasukkannya ke dalam pesawat, menguncinya di dalam asrama dan memastikan kalau ia tidak bisa keluar.
Chi Soo berkata pada ayahnya kalau ia bukan anak kecil lagi dan ia bisa hidup seperti yang diinginkannya. Ayahnya tidak setuju dan mengingatkannya kalau dirinyalah yang mengirimnya ke Amerika karena ia tidak mau ikut wajib militer dan ketika Chi Soo berkata kalau ia ingin menjadi seorang pemusik, ayah bahkan memberinya sebuah band.
Chi Soo tidak bisa menyangkalnya, tapi ia menyatakan kalau dengan cara ini ia ingin hidup. Ayah melirik pada sekretarisnya untuk bertanya bagaimana ia harus merespon. Sekretarisnya menggelengkan kepalanya. Jadi ayah berkata kalau Chi Soo harus mengurus urusannya sendiri mulai sekarang. Kembali ke Amerika. Ayah pun pergi.

Merasa khawatir, ia langsung memeluk ayahnya dari belakang dan meraung dengan menyedihkan, “Aku tidak bisa kembali kesana ayah! Kau tidak tahu betapa mengerikannya disana? Sangat sulit untuk memesan hamburger dalam bahasa Inggris, tapi mereka mau aku menulis dalam bahasa Inggris! Dan membacanya! Dan mempelajarinya!!!” Whahahaha, ternyata ia tidak bisa bahasa Inggris, kok bisa tahan 3 tahun disana ya?
Tanggapan ayah, memang apa yang kau harapkan? Chi Soo sebenarnya mengaku kalau ia berpikir jika ia pergi ke Amerika, maka ia akan langsung bisa berbahasa Inggris dengan lancar. lol….ternyata ia sangat konyol.

Presdir Cha tidak menyerah, jadi Chi Soo mencoba taktik yang lain: pura-pura sakit. Ayah adalah orang yang lembut, akhirnya ia menyerah. Chi Soo bisa tinggal di Korea…….tapi ia harus pergi ke sekolah, belajar dan mengambil ujian. Kelihatannya selama ini Chi Soo tidak pernah belajar dengan serius.





Sekarang Chi Soo mengalihkan perhatiannya untuk mencari seorang gadis, So Yi yang ada disebuah festival sekolah. Eun Bi juga ada disana, ia merencanakan untuk bertemu pacarnya. Ia sudah meninggalkan pesan di ponselnya, sambil bertanya-tanya dimana ia berada.



Secara tidak sengaja ia menabrak So Yi dan segera meminta maaf karena membuatnya terjatuh, tapi So Yi terlalu berlebihan dalam meminta maaf karena ia tidak menghindar dari Eun Bi. Akhirnya Eun Bi yang terlihat seperti orang yang jahat. So Yi terlihat manis, cantik dan sopan.

Eun Bi duduk untuk membeli makanan kecil, ia melihat Chi Soo datang ke meja disebelahnya. Walaupun Chi Soo mungkin orang yang cabul, tapi ia juga orang yang memuji tahi lalatnya, jadi  Eun Bi menunggu Chi Soo mengenalinya dan menekan tahi lalatnya untuk menegaskannya. Chi Soo sama sekali tidak mengingatnya, jadi Eun Bi mengajaknya mengobrol untuk mengingatkannya.

Menduga kalau Chi Soo juga sedang belajar untuk ujian PNS seperti dirinya, ia bertanya tentang persiapan ujiannya, Chi Soo mengangguk bahwa ia kalau ia juga akan mengambil ujian walaupun mungkin yang dimaksud bukan ujian yang sama.
Eun Bi berbicara takhayul tentang menghindari ujian tahun depan (zodiak yang tidak membawa keberuntungan baginya karena ia lahir di tahun kelinci). Ia pun bertanya apa zodiak Chi Soo. Chi Soo menjawab kalau ia lahir ditahun ayam. Itu berarti dia 6 tahun lebih muda atau 6 tahun lebih tua dari Eun Bi. Eun Bi tertegun, “Wajahmu sangat baby face.” Tentu saja ia menyimpulkan kalau Chi Soo berumur 31 tahun, 6 tahun lebih tua darinya.
Kemudian Eun Bi melihat pacarnya di festival itu, hanya saja ia bersama gadis lain. Tanpa perlawanan, ia mengakui kalau ia sudah mengencani gadis itu selama beberapa waktu, bahkan ketika ia masih bersama Eun Bi.

Ia akan pergi dengan tenang dan memberitahunya untuk hidup dengan bahagia. Tapi gadis itu membuat ngomng yang tajam tentang apa yang diharapkannya ketika Eun Bi melihat hal ini. Eun Bi pun menoleh, untuk menegaskan kalau sebenarnya gadis itu mengenalnya karena dulu mereka satu sekolah dan seharusnya ia memanggilnya sunbae daripada berpura-pura menjadi orang asing.

Eun Bi mengambil balon yang berisi air, ia pun mendemonstrasikan bagaimana melemparkan balon itu dengan benar, tepat diwajah gadis itu yang meraung, “Hidungku! Ini belum lama dipasang!” Chi Soo melihat kejadian ini di dalam kerumunan, ia pun tertawa karena merasa terkesan.
Mantan pacar Eun Bi berkata kalau ini sebabnya ia membencinya. Semua yang dilakukannya membuatnya tertekan, terutama dengan kesetiaannya. Bagaimana ia bisa menghabiskan semua waktunya untuk menunggunya keluar dari ketentaraan?

Eun Bi melihat Chi Soo pergi menuju mobilnya dan membalas kalau mantan pacarnya salah, sebenarnya ia punya pacar yang baru. Ia masuk ke dalam mobil Chi Soo dan memintanya untuk menyetir tanpa bertanya.
Hanya saja sekarang giliran gadis lain yang mengamuk dan ia mulai melempari mobil Chi Soo dengan balon berair. Merekapun harus menghindari serangan balon-balon air itu.

Beberapa saat kemudian, Chi Soo berpaling pada Eun Bi untuk meminta sedikit penjelasan dan Eun Bi meledak, ia tahu kalau ia salah. Chi Soo mengejeknya karena kepolosannya yang berlebihan membuatnya dibuang. Eun Bi menyahut, benar, mungkin ia kuno, ia dengan bodoh menunggu cinta pertamanya, ia terlalu berkeras untuk lulus ujian PNS dan ia menggunakan ponsel yang telah dihentikan.

 “Tapi……ada hal yang harus dilindungi di dunia ini. Seseorang yang kukenal memberitahuku, tak peduli betapa sulit untuk mendapatkan sesuatu,kau masih duduk untuk makan. Walaupun kita  menukartambahkan ponsel kita, kita tidak menukar tambahkan cinta kita. Tidak peduli seberapa besar dunia berpihak, seharusnya cinta tidak seperti itu. Karena cinta terjadi disini.” Ia menyentuh hatinya.
Chi Soo terlambat menyadari kalau Eun Bi menangis. Ia pun keluar dari mobilnya untuk mengatasi masalah ini. Eun Bi berkata kalau ia tidak perlu tissue, tapi bukan itu yang akan ditawarkannya. “Keluar! Apa kau tahu apa yang paling kubenci didunia ini? Sesuatu menciprati bajuku dan wanita yang menangis.” Eun Bi telah melakukan keduanya hari ini.
Ia pun pergi, meninggalkan Eun Bi sendirian.
Eun Bi pulang ke rumah, mencaci maki dirinya karena menjadi bodoh, kemudian melotot ketika teman sekamarnya Dong Jo mengobrol dengan beberapa orang pria ditelponnya dengan suara gadis kecil yang sensual. Eun Bi marah pada dirinya sendiri, karena sangat polos membayangkan hal-hal yang romantis dan membuang semua yang mengingatkannya pada mantan pacarnya.

Paginya, Eun Bi pergi untuk sesi mengajar siswanya dengan beberapa nasehat dari teman sekamarnya. Jika ia lulus sidang pengajaran dan ujian pelayanan sipil, maka semuanya jalan akan terbuka untuknya. Eun Bi bertanya bagaimana Dong Joo bisa menarik begitu banyak pria dan Dong Joo berkata ia salah mengira selama ini. Sebenarnya, setiap ia bertemu dengan pria yang masuk kriterianya, ia mengajaknya kencan dengan cara yang santai.
Eun Bi sedikit kagum dengan ketenangan Dong Joo, tapi itu tidak cocok dengannya.  Ia mencoba untuk berpura-pura tenang dan melihat ke kerumunan orang di sebuah kafe. Ia mencari yang menurutnya mempunyai nilai 100. Pandangannya jatuh ketiga teman Chi Soo yang mengedipkan mata padanya yang membuatnya menjadi bingung.

Ia pun bertemu dengan Chi Soo dalam perjalanan ke tempat kerjanya dan merekapun saling menyapa dengan canggung. Eun Bi mulai meminta maaf, tapi Chi Soo berkata kalau ia tidak suka memikirkan masa lalu. Eun Bi pun diam-diam memberinya nilai 88. Kemudian Chi Soo berkata kalau ia sedang dalam perjalanan ke Cha Sung. Eun Bi berpikir kalau ia seorang karyawan karena memakai pakaian yang rapi dan dasi, nilainya pun naik menjadi 93.

Eun Bi berpikir kaalu Chi Soo sedang belajar untuk ujian pelayanan masyarakat (PNS) sambil bekerja di sebuah perusahaan besar. Chi Soo menjawab, “ Well, Aku harus melakukannya jika ingin mendapatkan uang bensin.” Eun Bi menangkapnya secara metaforik, padahal Chi Soo hanya berkata secara harfiah.  Eun Bi sangat bersemangat karena Chi Soo adalah seseorang yang secara finansial stabil dan berusia 30 an. Ia pun meningkatkan nilainya menjadi 96.
Eun Bi bertanya apakah ia sudah ikut wajib militer dan Chi Soo menjawab kalau selama ini ia tinggal di Amerika, jadi ia tidak perlu melakukannya. Nilainya pun berubah menjadi 100. Karena ingin mendapatkannya, ia pun mengubah dirinya mencoba mengeluarkan pesonanya dan berterimakasih padanya karena telah membantunya menata ulang hidupnya dan memanggilnya oppa.

Chi Soo akhirnya sadar kalau Eun Bi salah paham, iapun mencoba untuk meluruskan semuanya, tepat saat seorang anak yang mengendarai skuter menabrak Eun Bi yang membuatnya jatuh ke pelukannya, karena dengan refleks ia langsung menariknya. Dan lonceng sekolah berbunyi dibelakang mereka.

Chi Soo bertanya apakah ia baik-baik saja dan Eun Bi mendesah, ia masih terpengaruh oleh momen romantis itu, “Tidak, aku tidak baik-baik saja.” Ia teringat saran Dong Joo untuk mengajukan ajakan kencan dengan santai. Eun Bi pun bertanya, “Apakah kau mau kencan denganku oppa?” Chi Soo kaget dan Eun Bi menambahkan, “Atau tidak, terserah saja.” hahaha Eun bi bodoh

Kemudian seseorang memanggil Chi Soo dan didepan mereka telah menunggu empat anak laki-laki yang berpakaian sekolah, melambai padanya. Chi Soo memberitahu Eun Bi dengan tersenyum, “Aku suka disebut oppa, tapi tidak suka dengan berkencan.

Sekarang ia mengenakan jaketnya, mengungkapkan kalau ia tidak memakai setelan bisnis, tetapi memakai seragam sekolah.

Ia pun berpisah dari Eun Bi dengan mengedipkan mata dan senyum. Eun Bi tersadar, “Itu bukan perusahaan Cha Sung…….tapi SMA Cha Sung?”
hahahahaha

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

BUKU INFORMASI MENARIK