Powered by Blogger.
Home » » Flower Boy Ramyun Shop: Episode 4

Flower Boy Ramyun Shop: Episode 4

Usai melihat Eun Bi menangis di shop nya sendiri, Chi So pulang dengan perasaan sedih. Ia menangis sambil mengendarai mobilnya. Chi So mengingat tangisan Eun Bi, hatinya terasa sakit karena tangisan Eun Bi mengingatkannya pada ibunya. akhirnya tanpa pikir panjang Chi So memutar balik mobilnya dan kembali ke shop Eun Bi.





sesampainya di shop Eun Bi, hati Chi So terlihat lebih sakit melihat Eun Bi telah memeluk seorang pria.


Chi So tampak kesal, melihat Eun Bi bisa tersenyum saat memeluk pria itu. Ia pun meninggalkan Shop Eun Bi ketika Kang Hyuk menoleh kearah Chi So, namun Chi So sudah tak ada diluar shop.
Chi Soo berjalan pergi, namun bayangan Eun Bi tak bisa lepas dari pikirannya. Chi Soo lalu mengambil sapu tangannya dan mengelap tangannya. Setelah itu ia membuangnya dengan perasaan kesal.

Chi Soo pergi ke coffee Cha untuk menemui Hyun Woo. selama di coffee shop Chi Soo berpikir keras
"Ada apa, Apa yang membawamu kesini? tanya Hyun Woo.
"Apa dia sudah menikah? tanya Chi Soo.
"Anak2 bahkan mengatakan dia tak punya pacar" jawab Hyun Woo.
"Jika seseorangnya seseorang meninggal. kemudian ada seseorang yang memeluk seseorang itu,apakah hubungan mereka? tanya Chi Soo.



Hyun Woo terlihat tak mengerti. Chi Soo pun segera menjelaskan bahwa yang dia maksud adalah Eun Bi. Hyun Woo berkata mungkin dia hanya menghibur Eun Bi.

Dong Joo khawatir dengan keadaan Eun Bi, ia menelepon Eun Bi dengan perasaan khawatir. namun Eun Bi meyakinkan bahwa dia baik-baik saja.
Dong Joo meminta Eun Bi untuk kembali kesekolah dan hanya membuat laporan. karena hukuman fisik telah dilarang. Eun Bi terlihat mengerti apa yang harus dia lakukan.

Eun Bi lalu kekamar mandi dan menggosok giginya. namun ditepat sikat gigi ia menemukan sikat gigi yang tidak ia kenali. sementara itu Chi Soo telah bersiap untuk pergi kesekolah.

Asisten presiden Cha menjelaskan tentang konsep shop baru mereka yang dikonsep dengan mewah. tiba2 Chi Soo datang dan menyela rapat ayahnya. Chi Soo bertanya pada ayahnya tentang bagaimana cara menghibur seseorang yang seseorangnya meninggal. Chi Soo mendapat banyak masukan dari para rekan kerja ayah Chi Soo. mereka mengatakan untuk memberikan uang belasungkawa atau memberikan mereka karangan bunga terbaik. Chi Soo terlihat mengerti apa yang harus dia lakukan. ia pun pamit dengan tersenyum manis. sementara itu ayahnya tak mengerti mengapa Chi Soo menanyakan hal itu. "Asisten Go, apa guru magang itu akan kembali hari ini? tanya presdien Cha. asistennya punya membenarkan.

Eun Bi bersiap pergi ke sekolah. namun Eun Bi tak menyadari bahwa ada orang yang telah tidur di bawah tangga (haha si Kang Hyuk kenapa bobo di bawah tangga sih). Eun Bi keluar dan menemukan kaos kaki, ia menciumnya dan mengenali bau itu. "Ayah" gumam Eun Bi.
 

Kang Hyuk bangun dari tidurnya yang pulas. Ia pun merengganggkan tubuhnya kemudian melihat foto Eun Bi sambil tersenyum. (ahaha Kang Hyuk bobo sambil pake kaca mata item, aneh2 ni orang).


Eun Bi berjalan beberapa langkah lagi. ia menemukan sapu tangan yang Chi Soo buang kemarin malam di jalan. ia pun menciumnya. "Cha Chi Soo" gumam Eun Bi mengenali bau Chi Soo.
Sementara itu Chi Soo yang siap berangkat kesekolah menyapa semua karyawan2 ayahnya. dan berhenti di hadapan karyawan wanita. (hahah mulai deh, keluarkan jurus maut). Chi Soo mengambil sapu tangannya dan mengusapkannya di bibir salah satu karyawan wanita yang terdapat noda. wanita itu sampai terlihat kehilangan kata2. Chi Soo lalu pergi dengan memberikan senyuman maut pada mereka berdua. "Sunbe-nim, kau sangat beruntung" kata salah satu wanita iri.

Kang Hyuk pergi ke loteng dan melakukan beberapa peregangan (heran ni cowok tinggi banget). dari atas loteng dia melihat Eun Bi yang sedang bingung melihat sapu tangan dan kaos kaki yang berada di halaman rumahnya. Ia pun melambai-laimbaikan tanganya pada Eun Bi namun Eun Bi sepertinya tidak menyadarinya.

Episode 4 : Aroma seorang pria
Eun Bi duduk di coffee shop sambil menunggu So Yi. So Yi datang bersama temannya.
"Maafkan Chi Soo atas kejadian itu" kata So Yi. Eun Bi terlihat tidak mengerti. Eun Bi heran kenapa So Yi meminta maaf untuk Chi Soo. "Apa ada sesuatu yang tidak kau sukai dariku? tanya So Yi. Eun Bi mengiyakan karena kejadiannya berhubungan dengan Ba Wool. "Apa hubungannya dengan masalah Ba wool, Guru hanya perlu menerima maafku dan masalah selesai" kata So Yi. Eun Bi merasa bahwa Chi Soo dan So Yi tak tahu mana yang salah dan benar di dunia ini. Yo Si terlihat tersinggung.

"Kalau begitu, kau seharusnya mengikuti ujian kepolisian. Guru mengikuti ujian guru bukan untuk melakukan hal yang benar, namun untuk menopang biaya hidup. Bukankah karena kau khawatir dengan kehidupanmu sehingga kau menjadi guru magang, Aku mendengar kau bermain volli namun berhenti, kau tentu tahu betapa sulitnya hidup seorang atlit." kata So Yo ketus. "Itulah yang aku suka dari Chi Soo, dia membuat semuanya terlihat mudah, oleh sebab itu aku ingin meminta maaf untuknya. Chi Soo anak baik, jadi kau tak berhak memikulnya sesuka hatimu". Eun Bi terlihat shock mendengar perkataan So Yi. So Yi pun meminta maaf atas omongannya kemudian pergi.

Sementara itu Chi Soo meminta Hyun Woo menuliskan kata-kata belangsungkawa untuk Eun Bi.
"Sudah selesai,,,,,,memangnya untuk siapa? tanya Hyun woo.
"Thank You" kata Chi Soo tak menjawab.

Dilain pihak Eun Bi berada di ruang kepala sekolah untuk membuat laporan. guru senior memberikan surat pernyataan untuk di tanda tangani oleh Eun Bi.
"Jadi, Kau harus meminta maaf pada Chi Soo karena kau telah mempermalukannya" kata Guru seinor.
"Mempermalukan?" gumam Eun Bi.
"Itu adalah istilah yang disyaratkan oleh Direktur. Kau harus memasukkan kata, maaf karena sudah
mempermalukan dia" Jelas kepala sekolah.

Dilobi sekolah Chi Soo menunggu Eun Bi sambil menghitung uang.
"Ah, Chi Soo-kun. Oh baguslah, Guru Yang sedang mencarimu karena dia punya sesuatu yang ingin dikatakan padamu." kata guru Senior. guru senior dan kepala sekolah meninggalkan mereka berdua.

"Ini" kata Chi So sambil menyodorkan amplop. "Apa ini? tanya Eun Bi. "Uang belasungkawa" Jawab Chi Soo
"Oh kau tahu, ayahnya guru mati, kan?Ini alasan mengapa aku memberikannya padamu. Anggap ini sebagai fasilitas sebagai pegawai." kata Chi Soo bangga. Eun Bi menolak dan mengembalikannya. Chi Soo terlihat tak mengerti. Chi Soo lalu salah tangkap dan menganggap Eun Bi mengembalikannya karena uangnya telalu sedikit.

Perkataan So Yi tiba2 muncul dalam pikirannya. Eun Bi berusaha untuk sabar. "Begini, Tentang aku yang mempermalukan Chi Soo-kun...". Eun Bi lalu mengingat kata2 ayahnya. (Hanya dengan yang disini ini,
memimpinmu kemana kau pergi. Mungkin akan banyak kekalahan tapi setidaknya kau tidak akan hidup sebagai pengecut.Seperti ayahmu ini). "........Sudah membuatmu malu...maaf..." kata Eun Bi melanjutkan. "Ini" kata Chi So sambil memberikan uang tambahan.

"Maaf, pant*tmu" teriak Eun Bi sambil menampar Chi Soo. Uang yang di bawa Eun Bi berserakan. semua siswa Cha Sung keluar dan melihat kejadian itu. Chi soo terlihat sangat marah.
"Untuk orang yang lebih tua bukan "Mati" tapi "meninggal" Mengerti?. kata Eun Bi lalu pergi.
"Intern, berhenti! teriak Chi Soo lalu mendekati eun Bi. "Hei Intern, untuk yang pertama mungkin sebuah
 kecelakaan tetapi yang kedua kali, kau dipecat!Kau benar-benar ingin di pecat?! kata Chi Soo. "Tidak. Siapa yang akan dipecat?Aku akan keluar sebelum itu." jawab Eun Bi.
 
"Intern, kenapa kau lakukan ini? teriak Chi Soo tak mengerti. Aku terima permohonan maafmu dan bahkan menghiburmu! jadi kenapa ini?.
"Sekarang kau penasaran tentang kenapa kau dipukul? tanya Eun Bi. "Ya, aku penasaran jadi katakan padaku sekarang!. "Baiklah. Alasan kau mendapatkan pukulan...adalah....". Eun Bi mendekat ketelinga Chi Soo. lalu berkata "Tentu saja aku tidak akan mengatakan padamu. Jadi kau bisa mati penasaran. Bahkan jika aku mengatakannya padamu, kau tak akan mengerti. Kau tidak tahu apa itu pasta kacang, apa itu kotoran, mana yang benar dan yang salah. Orang sepertimu tidak akan pernah mengerti." kata Eun Bi enteng. Chi Soo terlihat benar2 marah.

Eun Bi lalu pergi, kemudian berbalik lagi "Ah ya...Hari ini kau jelek.Terutama di sebelah sini. Tahi lalat yang menempel di pipimu itu. Oops........" kata Eun Bi mengejek puas. sementara Chi Soo benar benar murka.


Ba Wool mengejar Eun Bi dan berteriak. "Noona! Kau benar-benar keren!.Eun Bi pun pergi dengan senyuman. "Seperti yang diharapkan dari Sekolah Ma Sung, Si Spiker Eun Bi belum mati! Sekarang.Aku..." batin Eun Bi terlihat benar-benar puas.

Malamnya di kedai makanan, Eun Bi menangis dihadapan pelatih dan Dong Joo. "Bagaimana aku akan menghidupi diriku sendiri, Dong Joo! "Karena itulah...kau hanya harus menutup matamu dan meminta maaf! Cha Chi Soo sudah bersedia melepaskanmu sekali ini! Kenapa kau lakukan itu?! Kenapa! tanya Dong Jo marah.

"Sebenarnya. Aku tak tahu kenapa aku tidak bisa menutup mataku. Mata yang tidak pernah menyusahkanku untuk menutupnya saat di kamar mandi.Apa yang harus aku lakukan sekarang? tangis Eun Bi sambil makan ceker. "Apa maksudmu! Kau hanya perlu mendaftar jadi guru magang di sekolah lain tahun depan " kata pelatis sambil mengusap air mata Eun Bi. "Seorang guru magang yang dipecat dari sekolah Chi Soo,
apa masih ada sekolah yang mau menerimanya? Dan bahkan jika mereka mempekerjakan dia. apa yang dia akan lakukan satu tahun kedepan" kata Dong Jo yang membuat Eun Bi makin sedih.

"Bagaimana keadaan Cha Chi Soo? tanya ayah Chi Soo. "Dia berada di kamarnya sejak kembali dari rumah sakit. Chi Soo sangat sensitif. Hanya dengan satu kali pengobatan tidak akan menyembuhkan dia. Aku pikir mereka perlu mencoba beberapa kali. Meski begitu, melegakan karena lukanya adalah luka yang bisa disembuhkan. kata asisten. ayah Chi Soo mengatakan Sebuah bekas luka yang ditinggalkan oleh seorang wanita biasanya membekas selamanya.

Sementara itu Chi Soo tak bisa tidur. "Yang Eun Bi" kata Chi Soo penuh dendam.

Eun Bi membuat brosur untuk jasa tentor. ia menempelkannya didinding jalan dengan sembunyi-sembunyi. tiba2 ponselnya berdering. ternyata itu dari asisten ayah Chi Soo yang memintanya untuk bertemu dengan ayah Chi Soo.

Ayah Chi Soo berterima kasih karena Eun Bi berkenan datang kesini dan ia pun minta maaf karena Cha Chi Soo telah membuat masa-masa guru Yang sulit.
"Maaf... tapi kenapa Anda ingin menemuiku? tanya Eun Bi. " Mulai besok, kembalilah bekerja Nona Yang.". mendengar hal itu tentu saja membuat Eun Bi Shok dan menjatuhkan cangkirnya hingga pecah. "Katakan saja kau menulis laporan tersebut. Dan kau meminta maaf untuk telah mempermalukan dia, aku akan mengatakan aku sudah mendengarnya. Lalu, semuanya terselesaikan, kan?Jadi istirahatlah minggu ini dan mulailah bekerja minggu depan." pinta ayah Chi Soo. Eun Bi menolak permintaan ayah Chi Soo. Ayah Chi Soo terlihat tak mengerti. "Apa Chi Soo-kun, Meminta Anda untuk membawaku kembali kesekolah? Dia jengkel karena aku keluar dengan kemauanku sendiri jadi dia ingin memecatku sendiri? Aku tidak ingin lagi menjadi bagian dari permainan Chi Soo-kun. Dan tentang cangkir teh itu...tampak sangat mahal sekali. Aku akan bertanggung jawab dan akan menggantinya." kata Eun Bi tegas.
Ayah Eun Bi mengatakan untuk tidak khawatir tentang pecahnya cangkir itu. Saat pelayang ada didekatnya ia bertanya berapa harganya. betapa terkejutnya di karena harga cangkir itu 3,580.000 Won. Sekali lagi ayah Chi Soo mengatakan tak perlu khawair. karena dirumahnya hanya ada satu hal yang tak boleh pecah yaitu Cha Chi Soo.

Ayah Chi Soo melanjutkan "Nona Yang, Kau pukul dia 2 kali dan melukai perasaannya. Nona Yang yang sudah menyakiti Cha Chi Soo, kembalilah ke sekolah agar dia berhenti marah. Dan Aku dapat mengkompensasimu untuk segalanya. "Bagaimana Anda akan mengkompensasiku? Aku sedang mencari pekerjaan les privat. Apakah Anda akan membantuku? Dengan itu bisa menyelesaikan ini? tanya Eun Bi sedikit tersinggung.

Di Lift Eun Bi memarahi dirinya sendiri karena di benar-benar bodoh menolal kesempatan emas. Eun Bi terlihat menyesali keputusannya. namun harga dirinya telah mengalahkan segalanya. Saat lift kosongpun Eun Bi menempelkan brosurnya di dinding lift.(hahaha,,)

Chi Soo mendapat telepon. Apa?! Dia menolaknya?! kata Chi Soo shock. Presdir Cha, apa kau benar-benar akan seperti ini? Bawa dia kembali. Aku bilang bawa dia kembali! Apa? Sepertinya kau tidak bisa melakukannya? Tak ada yang tak mungkin di dunia ini! Tidak ada yang tidak bisa kau lakukan Presdir Cha! teriak Chi Soo kesal. lalu meninggalkan kelas. (hahaha cha chi soo benar2 sperti anak kecil eah)

Saat guru sedang mengajar, Ba Wool terlihat tidur. "Ayam gila!" teriak guru sambil melemparkannya kapur.

So Yi menelepon Ba Wool. "Ada apa Yoon So Yi? Katakan apa yang kau mau" tanya Ba Wool'. Apa Kau menelepon karena Cha Chi Soo tidak menjawab teleponnya dan kau ingin aku mengantarmu pulang?! Ba Woo benar kesal. "Hei, apa aku bis antar jemputmu? Jangan pernah telepon aku lagi" kata Ba Wool sangat kesal.

sementara itu Chi Soo mencari Eun Bi keseluruh korea. ia pun menelepon Direktur Ko, ia meminta untuk memanggil pamannya dan mengatakan padanya untuk menemukan guru intern itu karena dia ingin bertemu dia sekarang juga. Chi Soo yakin dia sedang mencari pekerjaan les privat atau duduk dibeberapa toko untuk makan ramen...
 

Chi Soo berhenti dilampu merah dan melihat Eun Bi sedang makan ramen di pinggir jalan.
Tiba2 datang anak sekolah dan menganggu makan Eun Bi dengan menyuruhnya pindah tempat. kemudian anak2 itu meminta Eun Bi untuk membelikannya rokok. Eun Bi meminta mereka pergi Kalau mereka tidak ingin luka-luka. "Kalau sampai aku melihat kalian di sekolah, aku akan menghancurkan kalian! gertak Eun Bi. "Apa? Noona seorang guru?!tanya salah seorang siswa. siswa lainnya melihat brosur Eun Bi. "Apa? Kau baru sedang mencari pekerjaan tutor, dan kau sudah menakuti kami! tiba2 sebungkus rokok dilempar ke meja Eun Bi.


"Ambil ini. ini mahal. kata Chi Soo. "Ini barang impor. Noona, pacarmu sangat luar biasa!..kemudian mereka pergi. "apa yang kau lakukan? tanya Eun Bi. "Tak usah berterima kasih. Aku melakukan ini hanya karena aku tak ingin orang bodoh lainnya menyentuh mangsaku. "Bagaimana bisa kau membeli rokok untuk anak SMA!
kata Eun Bi kesal. ia lalu beranjak dan pergi menemui anak2 itu

Eun Bi berlari dan merebut rokok itu. "Cukup makan es loli kalian! kata Eun Bi lalu membuangnya ke jalanan. tentu hal itu membuat para siswa marah dan mengejarnya. Eun Bi kabur.

Chi Soo menghentikan mobilnya disamping Eun Bi. seakan berharap Eun Bi akan masuk kedalam mobilnya. Eun Bi tak punya pilihan lain. karena ia dikejar oleh anak2 itu.
Chi So membawa Eun Bi ke pinggir sungai. "Siapa yang memperbolehkanmu memberi rokok untuk anak-anak?Apa ayahmu juga pemiliki pabrik rokok? tanya Eun Bi. "Intern, kenapa kau begitu picik?!Dengan menutup mulut mereka dengan rokok, para berandalan itu akan pergi! Tapi kenapa kau mengambilnya kembali! kata Chi Soo tak mengerti. "Karena itu salah. Karena kita tidak boleh melakukan itu!" kata Eun Bi.

"Dengar baik-baik Cha Chi Soo.Aku hanya akan mengatakannya sekali. Siswa SMA tidak seharunya merokok.Kau juga tidak bisa menghibur orang dengan uang.Dan bermain-main dengan perasaan seseorang...
Mendekati seseorang bahkan ketika kau tidak tertarik...Itulah yang membuatmu layak mendapatkan pukulan. kata Eun Bi.

Chi Soo terlihat mengerti.. "Ohh, Jadi orang yang memukulku bukan Guru Intern Yang tetapi Yang Eun Bi?Jadi Orang yang memukulku...Bukan seorang guru tapi seorang wanita. kata Chi Soo. Chi Soo tiba2 mendekatkan tubuhnya ke tubuh Eun Bi yang membuatnya terkejut.

"Karena aku mendekatimu seperti ini...Membuat jantungmu berdetak, kacau, sakit.. Karena kau melihatku sebagai seorang laki-laki. Jadi...Kau.(..hm..mmmm tak kuat..)
Eun Bi tak mau kalah, ia meraih badan Chi Soo untuk lebih mendekat ke tubuhnya..kini gantian Chi Soo yang merasa gugup. bibir Eun Bi pun mendekat ke bibir Chi Soo. lalu mendekati telinga Chi Soo sambil bergumam "Benar-benar bau." mendengar hal itu tentu membuat tertawa tak percaya. "Kalau kau ingin menggoda noona ini, kenapa kau tidak mengganti cologne mu dulu, anak SMA." kata Eun Bi bersiap keluar mobil namun Chi Soo menariknya.
 

"Guru rendahan sepertimu, apa yang membuatmu begitu yakin?Jadi kau mendapatkan seorang pria jadi tidak perlu mengkhawatirkan hidup lagi?! tanya Chi Soo. Eun terlihat tak mengerti. "Lalu, apa orang yang kau peluk begitu erat, bukan seorang pria tapi tiang?Cintamu bagai drama cinta tahun 80-an dan sekarang kau melihatnya, itu membuatmu malu? ejek Chi Soo. "Benar! Aku mungkin tidak tahu siapa pria itu...Tetapi aku yakin ia lebih baik daripada kau. Lebih baik daripada siswa SMA yang hanya bau cologne" Ejek Eun Bi lalu keluar dari mobilnya. Chi Soo sangat kesal, ia pun pergi mengendarai mobilnya dan meninggalkan Eun Bi..
So Yi dan Chi Soo pergi bersama. namun Chi Soo terlihat berpikir sesuatu yang membuat Son Yi agak cemas. "Bisakah kau memegangku? tanya So Yi. "Aku akan memberikan kau ciuman." kata Chi Soo sambil mendekati So Yi yang sudah menutup matanya. "Yoon So Yi. Apa cologneku berbau aneh? tanya Chi Soo tiba2 yang membuat So Yi tidak mengerti. ( hahaha.. ga jadi deh..)
 

So Yi pulang dan mendapati Ba Wool telah menunggunya. "Kau memintaku untuk mengantarmu namun kenapa kau tidak berada di studio tari? Karena kau pulang dalam keadaan selamat, itu sudah cukup baik. Aku pergi." kata Ba Wool. So Yi mendekati Ba Wool dan memeluknya "Ini Ba Wool. Baunya seperti Ba Wool.

Chi Soo pulang. pelayannya memperlihatkan kaos kaki dan kunci yang tertinggal di mobilnya. sementara itu sesampainya dirumah Eun Bi sedang mencari kuncinya, ia mengeluarkan semua isi tasnya. "Orang yang memiliki segalanya selalu memiliki segalanya, orang yang tidak punya selalu tidak punya. Aku tak punya kunci ataupun lubang untuk masuk. Bagaimana ini! Bagaimana ini!" kata Eun Bi kesal pada dirinya sendiri. tanpa sengaja ia memegang gagang pintu, eh ternyata pintu tidak terkunci. Eun terlihat bingung. Eun Bi masuk ke dalam rumah dan melihat makanan sudah tersedia di meja.


sementara itu perkataan Eun Bi masih terngiang2 di kepala Chi Soo. (mungkin tidak tahu siapa pria itu...
tetapi aku yakin ia lebih baik daripada kau. Lebih baik daripada siswa SMA yang hanya bau cologne.) ia pun melihat kaos kaki Eun Bi. ia menciumnya dan membuatnya tersedak.

Saking laparnya Eun Bi memakan semua hidangan di meja sambil menelepon Dong Joo. "Ini bukan kau?Lalu apa ada seseorang yang datang kemudian pergi?Aku pulang dan meja sudah tertata rapi. Baunya seperti ayah juga.Pelatih juga mengatakan bukan dia. Aku tidak memakannya. Memangnya aku kelaparan! Aku tidak tahu siapa yang membuat makanan ini dengan niat apa jadi kenapa aku memakannya! Iyah, jangan khawatir, semuanya sudah aku buang. Aku akan pergi ke pembuat kunci besok.(hahaha padahal tu makanan udah di perut Eun Bi). Eun Bi masih tidak menyadari Kang Hyuk ada dirumahnya. (aneh tu orang tidur melulu)

Chi Soo menemui Hyun Woo untuk memintanya untuk mengantarkan kunci rumah pada Eun Bi.
" Tidak sulit tapi hari ini aku shift malam jadi ketika aku sudah selesai mungkin sudah hampir pagi." kata Hyun Woo. "Kalau begitu pergi saja berikan pagi-pagi pada dia! jawab Chi Soo kesal. "Ini masalah besar. Aku harap dia tidak tidur di luar karena dia tidak punya kunci. Baru saja di laporan cuaca, aku dengar bahwa suhu malam hari mencapai 0 derajat. Jika dia tidur di luar seperti ini dia akan membeku." kata Hyun Woo menakut nakuti. Chi Soo terlihat tak tega dan mengambil kembali kuncinya.
Kang Hyun terbangun dan memeriksa isi rumah. "Apa Eun Bi sudah pulang?.. gumamnya. ia pergi kemar Eun Bi dan melihat Eun Bi sudah terlelap. ia masuk dan membenarkan selimutnya. sebelum pergi ia melihat sapu tangan Chi Soo dan mengambilnya.

Chi Soo sampai di toko Eun Bi. "Guru Intern. Hei, guru Intern." panggil Chi Soo. Kang Hyuk keluar sambil memakai sapu tangan Chi Soo di dahinya sebagai ikat kepala, Chi Soo terlihat sedikit shock. "Apa guru Intern disini? tanya Chi Soo. "Istriku sedang tidur saat ini." jawab Kang Hyuk. "Istrimu meninggalkan sesuatu. Berikan ini pada guru Intern." kata Chi Soo sambil memperlihatkan bungkusan kaos kaki dan kunci.

Sebelum pergi Chi Soo berkata. " Oh ya, dan jika kaus kaki bau dan restoran ini yang dia andalkan...Maka dia seharusnya cepat sadar. Jika dia tidak segera kembali ke sekolah, dia tidak akan pernah menjadi guru di Korea.Sampaikan pesanku ini pada dia. Pada istrimu." kata Chi Soo .
"Aigoo. Anak yang menyedihkan." kata Kang Hyuk yang membuat Chi Soo terkejut lalu mendekati Kang Hyuk. "Apa? Yang barusan tadi, kau bilang apa? tanya Chi Soo. Kang Hyun mendekati Chi Soo dan menciumi badanya. "Sudah kutahu itu, kau tak memiliki aroma. Bahkan bawang pun punya aroma. Tapi kau tidak memiliki aroma, Park Chi Soo." kata Kang Hyuk.
 
"Apa yang kau katakan? Aroma apa? tanya Chi Soo tak mengerti. "Aroma rumah... aroma makanan..Aroma ibu. Park Chi Soo, apa kau makan? tanya Kang Hyuk. Chi Soo mengambil bawang Kang Hyuk dan membantingnya. "Sudah cukup dengan guru Intern yang mencari masalah denganku!. Dan juga namaku...bukan Park Chi Soo, tetapi Cha.........." kata Chi Soo kesal..

 

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

BUKU INFORMASI MENARIK